AI summary
Inovasi dalam kendaraan otonom dapat meningkatkan keselamatan di jalan. Keputusan etis dan risiko sosial perlu dipertimbangkan dalam pengembangan teknologi otonom. Kerangka pengkodean kognitif dapat membantu kendaraan otonom berfungsi lebih baik dalam situasi lalu lintas kompleks. Baru-baru ini, Waymo menarik lebih dari 1.200 taksi otonom setelah beberapa kecelakaan yang melibatkan objek statis seperti tiang listrik dan pagar. Hal ini membuat banyak orang mempertanyakan kemampuan mobil otonom dalam menghadapi situasi nyata di jalan yang penuh risiko dan membutuhkan keputusan cepat serta etis.Untuk itu, peneliti di Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) mengembangkan sebuah sistem baru yang meniru cara manusia menilai risiko dan membuat keputusan sosial di jalan raya. Sistem ini dirancang supaya kendaraan otonom bisa lebih peka terhadap keadaan sekitar dan bertindak dengan cara yang lebih aman dan bertanggung jawab.Sistem ini bekerja dengan mengidentifikasi setiap pengguna jalan di sekitar kendaraan, mulai dari pejalan kaki sampai pengendara sepeda, dan menganalisis perilaku serta kecepatan mereka. Kemudian, sistem memberi nilai prioritas berdasarkan tingkat kerentanan pengguna jalan, seperti anak-anak yang berjalan di dekat pinggir jalan dianggap sangat berisiko.Hasil uji coba simulasi menunjukkan penurunan risiko lalu lintas secara keseluruhan sebesar 26,3%, dengan pengurangan risiko bagi pejalan kaki dan pesepeda sebesar 51,7%. Menariknya, semua ini dicapai tanpa mengurangi kecepatan kendaraan dalam menjalankan tugasnya, malah menjadi lebih cepat yaitu 13,9%.Sistem ini juga fleksibel dan bisa disesuaikan dengan norma serta aturan berlalu lintas di berbagai negara. Peneliti berharap inovasi ini bisa segera diuji coba di dunia nyata dan menjadi solusi meningkatkan keselamatan kendaraan otonom di masa depan.