Pendapatan OpenAI Melonjak ke Rp 167.00 triliun ($10 Miliar) , Target Rp 212.09 triliun ($12,7 Miliar) di 2025
Teknologi
Kecerdasan Buatan
10 Jun 2025
206 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
OpenAI mengalami lonjakan pendapatan yang signifikan berkat adopsi AI yang terus meningkat.
Perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pendapatan yang ambisius pada 2025.
Kolaborasi dengan investor besar seperti SoftBank dan Microsoft memperkuat posisi pasar OpenAI.
OpenAI telah mencapai lonjakan besar dalam pendapatannya, mencapai Rp 167.00 triliun ($10 miliar) pada tahun 2024. Hal ini mencerminkan peningkatan adopsi teknologi kecerdasan buatannya yang populer, khususnya model ChatGPT.
Walaupun sempat merugi sebesar Rp 83.50 triliun ($5 miliar) tahun lalu, OpenAI berhasil menunjukkan skala pendapatan yang cukup besar dibandingkan dengan pesaingnya, termasuk Anthropic yang juga tumbuh pesat.
Perusahaan ini fokus mengembangkan berbagai layanan berlangganan untuk konsumen dan bisnis serta merencanakan penggalangan dana besar hingga Rp 668.00 triliun ($40 miliar) dengan dukungan dari SoftBank Group.
Pendapatan Rp 167.00 triliun ($10 miliar) yang diumumkan tidak termasuk dari lisensi besar Microsoft dan kesepakatan besar lainnya, sehingga potensi pendapatan OpenAI bahkan lebih besar.
OpenAI juga melaporkan memiliki 500 juta pengguna aktif mingguan, menandakan popularitas besar platformnya di berbagai kalangan di seluruh dunia.
