Geely Hentikan Pembangunan Pabrik Baru dan Fokus Kembangkan Teknologi
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
09 Jun 2025
203 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Geely Auto memutuskan untuk tidak membangun pabrik baru untuk menghindari kapasitas berlebih.
Industri otomotif Tiongkok sedang mengalami perang harga yang serius untuk mempertahankan pangsa pasar.
Peningkatan kemampuan teknologi menjadi prioritas bagi Geely dalam menghadapi tantangan di pasar.
Industri otomotif global saat ini menghadapi masalah serius berupa kelebihan kapasitas produksi, yang juga terjadi di China. Banyak perusahaan mobil kesulitan memperoleh keuntungan akibat persaingan yang semakin ketat dan produksi yang berlebih.
Geely Auto, pembuat mobil terbesar kedua di China, mengumumkan bahwa mereka tidak akan membangun pabrik baru lagi. Mereka memilih untuk menghindari kelebihan kapasitas dan lebih fokus pada pengembangan teknologi.
Keputusan ini disampaikan oleh ketua Geely Auto, Li Shufu, saat acara Chongqing Auto Show. Dia menegaskan pentingnya teknologi sebagai kunci keberhasilan di masa depan industri otomotif.
Sementara itu, produsen mobil China termasuk BYD dan start-up Leapmotor melakukan perang harga dengan memberikan diskon besar hingga 20 persen untuk menjaga pangsa pasar mereka, yang meningkatkan rata-rata diskon pasar menjadi 16,8 persen pada April 2024.
Langkah Geely ini menjadi sinyal penting di tengah persaingan sengit dan tekanan keuangan yang dihadapi perusahaan otomotif di China, yang kini harus menyesuaikan strategi agar dapat bertahan dan berkembang.



