Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Amazon Investasi Rp 167.00 triliun ($10 Miliar) untuk Infrastruktur AI dan Hadapi Persaingan Microsoft

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (9mo ago) artificial-intelligence (9mo ago)
06 Jun 2025
17 dibaca
2 menit
Amazon Investasi Rp 167.00 triliun ($10 Miliar)  untuk Infrastruktur AI dan Hadapi Persaingan Microsoft

Rangkuman 15 Detik

Amazon berinvestasi besar-besaran untuk memperkuat infrastruktur AI dan cloud-nya.
AWS menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, namun menghadapi tantangan kapasitas.
Kompetisi di pasar AI semakin ketat, terutama dengan Microsoft dan Oracle yang juga memperkuat infrastruktur mereka.
Amazon sedang menggenjot perkembangan teknologi AI dengan mengalokasikan investasi besar sebesar Rp 167.00 triliun ($10 miliar) untuk memperluas pusat data dan infrastruktur cloud di North Carolina, Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi agresif perusahaan untuk mengambil pangsa pasar AI yang terus berkembang. Investasi ini juga akan membuka 500 lapangan pekerjaan dengan keahlian tinggi, menunjukkan komitmen Amazon dalam pengembangan teknologi dan ekonomi daerah setempat. Performa Amazon Web Services (AWS) tetap kuat dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 17% secara tahunan dan mencapai pendapatan tahunan sekitar Rp 1.95 quadriliun ($117 miliar) . Laba operasional AWS juga meningkat dari Rp 156.98 triliun ($9,4 miliar) menjadi Rp 192.05 triliun ($11,5 miliar) dalam kuartal terakhir, memperlihatkan stabilitas dan pertumbuhan bisnis cloud mereka. Selain itu, segmen bisnis AI Amazon meraih pertumbuhan tiga digit dan telah menghasilkan pendapatan tahunan bernilai miliaran dolar. Untuk memperkuat posisi di pasar AI, Amazon mengembangkan chip khusus bernama Trainium 2 yang dilaporkan 30-40% lebih efisien dalam hal harga dan performa dibandingkan dengan GPU konvensional. Selain itu, Amazon meluncurkan layanan AI canggih seperti Amazon Bedrock dan Amazon Nova foundation models untuk memperluas penawaran model AI. Namun, kapasitas infrastruktur saat ini masih belum mampu memenuhi permintaan AI yang begitu tinggi. Sementara itu, kompetitor utama Amazon yaitu Microsoft menunjukkan pertumbuhan pendapatan Azure sebesar 31%, mengungguli AWS. Microsoft juga melakukan investasi besar dalam kolaborasi dengan OpenAI dan membangun infrastruktur AI yang khusus guna mempercepat adopsi AI di sektor enterprise. Oracle juga turut memperkuat bisnisnya di ranah cloud AI melalui kerja sama dengan NVIDIA, menantang dominasi Amazon dan Microsoft. Meskipun Amazon menunjukkan pertumbuhan yang baik, harga sahamnya mengalami penurunan sekitar 5.6% tahun ini dan memiliki valuasi yang cukup tinggi dengan Price-to-Sales forward 3.05X, melebihi rata-rata industri. Hal ini menunjukkan bahwa potensi kenaikan harga saham dalam jangka pendek mungkin terbatas, meskipun secara fundamental perusahaan terus memperkuat posisinya di pasar AI dan cloud computing.