Startup Hong Kong Kembangkan Solusi Daur Ulang Baterai Lithium Ramah Lingkungan
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
07 Jun 2025
222 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Achelous Pure Metals berinovasi dalam daur ulang baterai lithium dengan teknologi ramah lingkungan.
Pasar daur ulang menghadapi tantangan besar akibat oversupply dan penurunan harga produk.
Regulasi yang lebih ketat di Eropa mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi daur ulang.
Limbah baterai lithium-ion terus bertambah di seluruh dunia, menimbulkan risiko lingkungan dan kebutuhan solusi daur ulang yang efektif. Achelous Pure Metals, startup dari Hong Kong, mengembangkan teknologi daur ulang baterai yang portabel dan ramah lingkungan untuk mengolah baterai bekas langsung di kota-kota.
Mereka menggunakan sistem robotik untuk menyortir dan menghancurkan baterai, kemudian memproses sisa bahan yang disebut 'black mass' untuk mengekstrak logam penting seperti lithium, cobalt, dan nikel. Proses ini juga dibuat aman dengan pengolahan vakum dan panas untuk menghilangkan zat berbahaya.
Pasar bahan baku hasil daur ulang mengalami tantangan karena harga lithium karbonat turun hampir 90 persen sejak 2022 akibat kelebihan pasokan global. Kondisi ini mendorong startup untuk mengubah fokus bisnis dengan menghadirkan pabrik mikro di berbagai wilayah Asia Tenggara.
Selain memfasilitasi daur ulang baterai kendaraan, mereka juga menggarap limbah elektronik lain seperti baterai keamanan, serta membantu perusahaan mempersiapkan diri terhadap regulasi ketat mengenai kandungan bahan daur ulang yang diterapkan oleh berbagai pemerintah, termasuk Uni Eropa.
Masalah limbah elektronik global semakin mendesak karena volume yang terus bertambah namun tingkat daur ulang masih rendah. Oleh karena itu, inovasi seperti yang dilakukan Achelous Pure Metals sangat penting untuk mendukung keberlanjutan dan perlindungan lingkungan di masa depan.


