Dogecoin Turun Gara-Gara Perang Dagang, Investor Beralih ke Stablecoin
Finansial
Mata Uang Kripto
06 Jun 2025
120 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Dogecoin mengalami penurunan nilai yang signifikan karena ketidakpastian ekonomi.
Investor lebih memilih stablecoin karena stabilitasnya dibandingkan dengan cryptocurrency spekulatif.
Regulasi stablecoin sedang dalam pembahasan, yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap perkembangan cryptocurrency.
Perang dagang yang terus berlangsung antara AS dan mitra dagang utamanya menyebabkan ketidakpastian besar di pasar keuangan global. Akibatnya, investor mulai menjauhi aset yang sangat spekulatif, terutama mata uang kripto seperti Dogecoin yang dikenal tidak stabil.
Pada hari Kamis, nilai Dogecoin turun hampir 14% sementara indeks S&P 500 hanya melemah 0,5%. Hal ini menunjukkan reaksi negatif investor pada aset kripto yang kurang berguna dan sangat fluktuatif dibandingkan dengan sektor saham yang lebih stabil.
Selain itu, impor barang asing yang menurun secara drastis menunjukkan dampak langsung perang dagang terhadap ekonomi domestik dan global. Investor lebih menyukai perkembangan yang stabil dan bisa diprediksi, bukan yang penuh gejolak.
Dalam dunia kripto, minat kini lebih tertuju pada stablecoin yang menawarkan kestabilan nilai. Bahkan terdapat usul undang-undang di Amerika Serikat yang dikenal dengan GENIUS untuk mengatur stablecoin, didukung oleh beberapa anggota Demokrat di Senat.
Karena volatilitasnya yang tinggi dan ketidakpastian berakhirnya perang dagang, banyak analis merekomendasikan agar investor meninggalkan Dogecoin sementara waktu dan melihat peluang investasi lain yang lebih menjanjikan, seperti saham-saham yang direkomendasikan oleh The Motley Fool Stock Advisor.