Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tato Elektronik Dahi Pantau Otak dan Prediksi Kelelahan Mental Secara Real-Time

Teknologi
Gadgets dan Wearable
InterestingEngineering InterestingEngineering
29 Mei 2025
294 dibaca
2 menit
Tato Elektronik Dahi Pantau Otak dan Prediksi Kelelahan Mental Secara Real-Time

Rangkuman 15 Detik

Tato elektronik dapat menjadi alat penting untuk memantau stres kognitif dan mencegah kelelahan mental.
Perangkat ini menawarkan solusi yang lebih terjangkau dan nyaman dibandingkan dengan teknologi EEG tradisional.
Penelitian ini membuka peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai bidang.
Para peneliti di University of Texas at Austin berhasil menciptakan tato elektronik yang dapat dipakai di dahi untuk memantau aktivitas otak secara real-time. Alat ini bertujuan membantu profesi berisiko tinggi seperti sopir truk atau pengendali lalu lintas udara supaya dapat mencegah kelelahan mental yang berbahaya. Perangkat ini sangat tipis dan fleksibel sehingga nyaman dipakai tanpa mengganggu pergerakan. Perangkat e-tattoo ini mengukur sinyal listrik otak dan gerakan mata menggunakan teknologi EEG dan EOG, namun berbeda dengan headset EEG tradisional karena bentuknya seperti stiker yang menempel di kulit tanpa menggunakan gel. Sensor dibuat khusus sesuai bentuk wajah setiap orang agar selalu mendapat sinyal yang akurat. Dalam pengujian, saat tugas memori makin sulit, terjadi peningkatan gelombang otak theta dan delta, yang menandakan usaha mental bertambah, sedangkan gelombang alpha dan beta menurun, menandakan tanda-tanda kelelahan. Dengan data ini, alat ini tidak hanya mendeteksi tapi juga bisa memprediksi kapan seseorang mulai mengalami kelelahan. Salah satu keunggulan alat ini adalah biayanya yang jauh lebih murah dibanding perangkat EEG konvensional, yakni hanya sekitar Rp 3.34 juta ($200) untuk perangkat utama dan sensor sekali pakai sekitar Rp 334.00 ribu ($20) , sehingga sangat berpotensi untuk digunakan di lingkungan rumah dan tempat kerja secara luas. Meski saat ini alat ini hanya bisa dipasang di area tanpa rambut di dahi, tim peneliti sedang mengembangkan sensor tinta untuk digunakan di bagian kepala yang berambut, sehingga nantinya bisa memberikan monitoring otak secara lebih menyeluruh dan membantu menjaga kesehatan mental pekerja di berbagai bidang.