Kontroversi Perintah Eksekutif Trump untuk Atur Ulang Integritas Sains di AS
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Mei 2025
241 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perintah eksekutif baru menimbulkan kekhawatiran akan intervensi politik dalam sains.
Komunitas ilmiah menentang perubahan kebijakan yang dianggap mengancam integritas ilmiah.
Kebijakan sebelumnya di bawah Biden bertujuan untuk melindungi ilmuwan dari tekanan politik.
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan memperbaiki integritas riset ilmiah pemerintah dengan memastikan bahwa sains yang didukung pemerintah berstandar emas dan transparan. Namun, banyak ilmuwan khawatir perintah ini justru akan membuka peluang bagi campur tangan politik yang lebih besar dalam kegiatan ilmiah di Amerika Serikat. Ketegangan antara kebijakan Trump dan pendahulunya, Joe Biden, menjadi latar belakang utama perintah baru ini.
Perintah yang dinamakan 'Restoring Gold Standard Science' ini menuduh pemerintahan Biden salah menggunakan bukti ilmiah terutama dalam isu-isu seperti perubahan iklim dan penanganan pandemi COVID-19. Juga terdapat kritik terhadap program keberagaman dan inklusi Biden yang disebut sebagai politisasi sains. Saat yang bersamaan, anggaran riset di berbagai lembaga negara dan universitas besar dipotong tajam oleh pemerintahan Trump.
Salah satu isu utama dari perintah ini adalah penempatan pejabat politik yang ditunjuk secara langsung dalam posisi pengawasan terhadap perilaku riset dan kebijakan integritas ilmiah, yang dikhawatirkan dapat digunakan sebagai alat untuk membungkam ilmuwan yang memiliki pendapat berbeda. Ini dianggap membahayakan independensi ilmiah yang telah dibangun selama beberapa dekade di pemerintahan AS.
Sebagian besar komunitas ilmiah menolak perintah ini dan menganggapnya sebagai 'Fool’s Gold' atau standar palsu yang justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Hampir 4.900 ilmuwan menandatangani surat terbuka yang mengkritik perintah ini dan memperingatkan bahwa pengambilalihan oleh pejabat politik dapat merugikan aktivitas ilmiah yang sebenarnya penting bagi kemajuan negara.
Berbeda dengan pemerintahan Biden yang sebelumnya menerapkan kebijakan untuk melindungi ilmuwan dari intervensi politik, perintah terbaru ini justru membatalkan upaya tersebut dan mendorong kontrol politik yang lebih besar dalam manajemen ilmiah federal. Hal ini memicu kekhawatiran serius dari para pakar dan lembaga pengawas ilmiah tentang masa depan independensi dan kredibilitas sains di Amerika Serikat.

