Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Risiko Ilmuwan Beralih Bidang Penelitian: Dampak Negatif Pada Publikasi dan Sitasi

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (10mo ago) health-and-medicine (10mo ago)
28 Mei 2025
13 dibaca
2 menit
Risiko Ilmuwan Beralih Bidang Penelitian: Dampak Negatif Pada Publikasi dan Sitasi

Rangkuman 15 Detik

Pergeseran bidang penelitian dapat menyebabkan ilmuwan kehilangan pengakuan dan kutipan.
Dampak dari pemotongan pendanaan penelitian dapat mendorong ilmuwan untuk berpindah ke bidang baru yang tidak mereka kuasai.
Meskipun penelitian COVID-19 sangat diminati, ilmuwan dari bidang lainnya tetap menghadapi tantangan dalam publikasi.
Sebuah studi besar mengungkap risiko yang dihadapi ilmuwan saat mereka mengalihkan fokusnya ke bidang penelitian yang berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa karya ilmiah yang berasal dari bidang baru sering menerima lebih sedikit sitasi dibanding karya sebelumnya. Ini terjadi karena ilmuwan kehilangan pengakuan dan kepercayaan di bidang yang baru. Studi tersebut menganalisa jutaan artikel ilmiah dari tahun 1970 sampai 2015 untuk mengukur seberapa besar perubahan atau pivot yang dilakukan ilmuwan berdasarkan referensi jurnal yang mereka kutip. Jika ilmuwan mulai menggunakan banyak jurnal dari bidang yang baru, itu menunjukkan bahwa mereka melakukan perubahan besar. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin besar pergeseran bidang penelitian, semakin besar penalti yang diterima dari segi sitasi dan peluang publikasi. Hal ini juga berlaku pada paten teknologi yang dianalisa oleh tim peneliti. Sehingga, berpindah bidang bukan hanya berdampak pada karya ilmiah tapi juga inovasi teknologi. Fenomena ini dinamakan 'pivot penalty' dan dianggap cukup universal. Misalnya saat pandemi COVID-19, banyak ilmuwan yang beralih ke studi COVID-19 namun masih menghadapi kesulitan mendapatkan sitasi sebanyak topik yang sudah lama mereka geluti sebelumnya. Selain itu, kebijakan pemotongan dana riset di Amerika Serikat yang mengurangi dukungan pada bidang tertentu seperti kesehatan kelompok minoritas atau misinformasi kemungkinan dapat memaksa ilmuwan beralih bidang, sehingga risiko pivot penalty ini semakin relevan untuk dipahami oleh pembuat kebijakan dan ilmuwan.