Pemangkasan Auditor IRS di Era Trump Bisa Picu Penghindaran Pajak Besar-Besaran
Finansial
Kebijakan Fiskal
27 Mei 2025
23 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pengurangan tenaga kerja IRS dapat mempengaruhi pengumpulan pajak secara signifikan.
Elon Musk memimpin upaya untuk meningkatkan efisiensi di pemerintahan, namun dengan risiko konsekuensi negatif.
Perilaku pembayar pajak dapat berubah ketika mereka merasa tidak ada penegakan hukum yang memadai.
Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) yang dibentuk dalam masa kepresidenan Donald Trump berusaha memangkas pemborosan pemerintah, termasuk di IRS. Dengan Elon Musk sebagai pemimpin, DOGE menargetkan pemotongan besar tenaga kerja IRS, terutama auditor, yang dianggap berkontribusi pada pemborosan.
Sejak awal kepresidenan Trump, IRS telah kehilangan sekitar 11% total pegawai, dengan auditor yang berkurang hingga 31%. Jumlah ini sangat signifikan mengingat peran auditor dalam menegakkan aturan pajak dan memastikan pembayaran pajak yang sesuai, terutama dari wajib pajak kaya dan perusahaan besar.
Kehilangan auditor dapat membuat IRS sulit melakukan pengawasan dan penegakan, sehingga memungkinkan beberapa wajib pajak untuk menghindari bayar pajak. Hal ini berisiko menurunkan penerimaan negara dan menimbulkan kesenjangan dalam sistem perpajakan yang sudah ada.
Para ahli seperti Emily DiVito menyatakan bahwa tanpa pengawas yang memadai, wajib pajak yang enggan membayar bisa lebih yakin untuk tidak memenuhi kewajibannya karena minimnya risiko sanksi. Ini justru berlawanan dengan tujuan DOGE untuk menghemat uang pemerintah dengan menekan pemborosan.
Secara keseluruhan, pemangkasan besar jumlah auditor IRS yang terjadi bisa menjadi bumerang bagi pemerintah, memicu penghindaran pajak lebih luas, dan merugikan pemasukan negara secara signifikan di masa depan.