Airvolve Kembangkan Pesawat Hibrida Murah Gantikan Helikopter Militer
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
27 Mei 2025
90 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Airvolve sedang mengembangkan pesawat hibrid-listrik yang lebih murah dan aman untuk keperluan militer.
Desain rotor yang inovatif dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerentanan pesawat dalam situasi tempur.
Ada kebutuhan mendesak untuk pesawat baru yang dapat beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya berdasarkan pengalaman konflik terkini.
Perusahaan start-up asal Lithuania, Airvolve, sedang mengembangkan pesawat generasi baru bernama Airlift yang dirancang untuk menggantikan helikopter tradisional dalam misi militer dan kemanusiaan. Pesawat ini dibuat dengan tujuan memecahkan masalah mahal dan rentannya helikopter terhadap serangan misil portabel di berbagai medan sulit.
Airlift menggunakan desain rotor unik dengan dua rotor sumbu horizontal yang bisa dilipat seperti payung. Desain ini sudah dikaji sejak tahun 1930-an namun baru kini menjadi mungkin berkat bahan komposit modern yang membuatnya lebih kuat dan efisien daripada rotor tradisional.
Pesawat ini memiliki kapasitas membawa kargo hingga 200 kilogram dengan volume dalam 5 meter kubik dan jangkauan maksimal 100 kilometer. Selain itu, Airlift akan menggunakan sistem hibrida-elektrik yang menggabungkan mesin konvensional kecil dan motor listrik, sehingga mengurangi kebutuhan baterai berat.
Keunggulan lain dari Airlift adalah operasinya yang hemat biaya, diklaim sepuluh kali lebih murah dibanding rotorcraft saat ini, dan tidak memerlukan pelatihan pilot khusus atau infrastruktur pengisian daya khusus. Pesawat juga dapat dikendalikan secara opsional oleh pilot atau secara otonom penuh.
Dengan pendanaan hingga jutaan euro dari Uni Eropa dan rencana membangun prototipe tahun ini, Airvolve menargetkan negara seperti Ukraina, Polandia, dan Yunani sebagai pengguna potensial. Pesawat ini diharapkan bisa menjadi solusi baru yang cepat, efisien, dan tangguh untuk penggunaan militer dan logistik.


