JPMorgan Ubah Strategi Bitcoin, Buka Jalan untuk Investor Jadi Kontrol Pasar
Finansial
Mata Uang Kripto
24 Mei 2025
280 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
JPMorgan mengubah strategi untuk memungkinkan klien membeli Bitcoin tanpa penyimpanan bank.
Armando Pantoja berpendapat bahwa bank-bank besar telah memanipulasi pasar Bitcoin untuk kepentingan mereka sendiri.
Harga Bitcoin dapat dipengaruhi secara signifikan oleh keputusan perusahaan besar dan tindakan pemerintah.
JPMorgan sempat sangat skeptis terhadap Bitcoin, bahkan Jamie Dimon menyebutnya sebagai 'penipuan.' Namun, menurut Armando Pantoja, sikap keras itu hanyalah taktik supaya investor biasa takut dan menjauh dari Bitcoin. Tujuannya agar bank dan institusi besar bisa membeli lebih banyak Bitcoin dengan harga rendah.
Dari tahun 2009 hingga 2018, banyak bank besar meremehkan cryptocurrency dan menganggapnya sebagai tren sesaat. Namun, dalam kenyataannya, mereka diam-diam mulai membeli aset ini. Karena bank bergerak lambat seperti kapal pesiar, mereka menakuti pasar untuk menghambat harga naik terlalu cepat.
Berbagai kebijakan ketat dari perusahaan besar seperti pelarangan iklan crypto di Facebook dan Google serta pembatasan transaksi lewat MasterCard dan Visa juga turut menurunkan minat investor. Semua ini membantu menurunkan harga Bitcoin dari hampir Rp 334.00 juta ($20,000) di 2017 sampai sekitar Rp 50.10 juta ($3,000) di 2018.
Armando juga mengungkap bahwa JPMorgan membentuk koin sendiri dan membeli Bitcoin secara rahasia. Penasihat mereka diminta tidak mendorong klien untuk investasi di crypto, sehingga permintaan dari orang biasa tetap rendah dan harga tetap murah.
Kini, setelah bank-bank besar menguasai aset dan jaringan broker cryptocurrency, JPMorgan membuka akses bagi klien untuk membeli Bitcoin secara langsung tanpa penyimpanan di bank. Ini menandai perubahan strategi besar untuk mengendalikan pasar.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Institusi besar seperti JPMorgan akhirnya mengadopsi Bitcoin karena mereka menyadari potensi jangka panjangnya, meskipun mereka dulu skeptis untuk menjaga harga tetap rendah dan mengakumulasi posisi mereka secara diam-diam.