Google Luncurkan Project Mariner, Agen AI yang Bisa Kerjakan Banyak Tugas Sekaligus
Teknologi
Kecerdasan Buatan
21 Mei 2025
301 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek Mariner diharapkan dapat mengubah cara orang berinteraksi dengan internet melalui agen AI.
Google terus mengembangkan Proyek Mariner dengan mendengarkan umpan balik dari pengguna awal untuk meningkatkan kinerjanya.
Integrasi Proyek Mariner dengan Gemini API dan Vertex AI memberikan peluang baru bagi pengembang untuk menciptakan aplikasi inovatif.
Google memperkenalkan Project Mariner, agen AI eksperimental yang bisa menjelajah internet dan menyelesaikan banyak tugas secara bersamaan. Dengan kemampuan baru ini, pengguna dapat meminta AI untuk melakukan berbagai pekerjaan di situs web tanpa harus membuka situs tersebut sendiri.
Pengguna di Amerika Serikat yang berlangganan paket AI Ultra seharga Rp 417.48 juta ($249,99) per bulan akan mendapat akses pertama ke Project Mariner. Google berencana memperluas ketersediaan layanan ini ke lebih banyak negara di masa depan.
Sebelumnya, Project Mariner hanya berjalan di browser pengguna sehingga menghambat multitasking. Namun kini, Google menjalankan Project Mariner di cloud menggunakan mesin virtual, memungkinkan pengguna melakukan aktivitas lain sembari AI bekerja di latar belakang.
Project Mariner bisa menangani hingga hampir sepuluh tugas sekaligus. Selain itu, teknologi ini sudah diintegrasikan ke dalam Gemini API dan Vertex AI agar developer dapat membuat aplikasi yang menggunakan kemampuan agen ini.
Google juga memperkenalkan fitur AI Mode dan Agent Mode yang menggabungkan kecerdasan AI dengan pencarian dan aplikasi Google lainnya. Dengan ini, cara pengguna berinteraksi dengan internet bisa berubah secara signifikan ke arah yang lebih praktis dan efisien.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Penggabungan agen AI yang mampu beroperasi secara paralel dan otomatis di cloud adalah arah yang tepat untuk meningkatkan produktivitas pengguna dalam mengakses dan melakukan aktivitas online sehari-hari.Fei-Fei Li
Memanfaatkan AI untuk mengambil alih tugas browsing web memungkinkan pengguna fokus pada hal-hal yang lebih kompleks, tetapi penting agar AI ini tetap transparan dan terpercaya untuk menjaga keamanan data pengguna.

