Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CRISPR-Ubah Sutra Laba-Laba Jadi Merah Fluoresen Pertama di Dunia

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (10mo ago) health-and-medicine (10mo ago)
20 Mei 2025
195 dibaca
1 menit
CRISPR-Ubah Sutra Laba-Laba Jadi Merah Fluoresen Pertama di Dunia

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan CRISPR-Cas9 pada laba-laba membuka jalan baru dalam penelitian biomaterial.
Serat laba-laba yang dimodifikasi dapat memiliki sifat baru yang berguna untuk aplikasi industri.
Penelitian ini juga menambah pemahaman genetik tentang perkembangan laba-laba.
Para ilmuwan di Universitas Bayreuth berhasil menggunakan teknologi CRISPR-Cas9 untuk pertama kalinya mengedit gen laba-laba sehingga menghasilkan sutra dengan warna fluoresen merah yang unik. Ini merupakan langkah penting karena sebelumnya teknologi ini belum pernah diterapkan pada laba-laba. Spider silk dikenal sangat kuat, elastis, ringan, dan dapat terurai secara alami. Dengan kemampuan mengubah gen sutra laba-laba, peneliti bisa memahami dan meningkatkan sifat alami serat ini untuk berbagai aplikasi seperti tekstil canggih, implan medis, sensor, dan bahan berkelanjutan. Eksperimen dilakukan pada laba-laba rumah biasa bernama Parasteatoda tepidariorum. Tim menyiapkan larutan khusus berisi sistem pengeditan gen dan gen protein fluoresen merah lalu menyuntikkannya ke dalam telur laba-laba, yang kemudian dikawinkan untuk menghasilkan keturunan dengan sutra merah menyala. Selain menyisipkan gen fluoresen, para peneliti juga menggunakan teknik CRISPR-KO untuk menonaktifkan gen 'so' yang berperan dalam perkembangan mata laba-laba. Hasilnya, laba-laba tanpa gen ini tumbuh tanpa mata, memperluas pemahaman kita tentang genetika laba-laba. Penelitian ini membuka jalan baru dalam bidang ilmu material dan bioteknologi, memungkinkan pengembangan sutra laba-laba yang tidak hanya kuat dan elastis tapi juga memiliki fungsi tambahan sesuai kebutuhan aplikasinya di masa depan.

Analisis Ahli

Professor Dr. Thomas Scheibel
Kemampuan untuk memasukkan urutan gen ke dalam protein sutra menggunakan CRISPR menawarkan terobosan fungsionalisasi serat sutra yang sangat berpotensi di bidang ilmu material.