Regeneron Akuisisi 23andMe Pasca Kebangkrutan untuk Mendukung Penemuan Obat
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
19 Mei 2025
290 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Regeneron mengakuisisi 23andMe untuk memanfaatkan data genetik dalam penemuan obat.
23andMe mengalami kebangkrutan setelah kebocoran data besar-besaran.
Privasi dan keamanan data pelanggan akan menjadi prioritas dalam akuisisi ini.
Perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan rencananya untuk membeli perusahaan tes genetik 23andMe sebesar 256 juta dolar. Akuisisi ini dilakukan setelah 23andMe mengalami kebangkrutan akibat masalah keuangan dan pelanggaran data besar-besaran yang mengancam privasi jutaan pelanggannya.
Regeneron akan mengambil alih layanan genomik dan data pribadi dari 15 juta pelanggan 23andMe. Perusahaan farmasi ini berniat menggunakan data genetik tersebut untuk membantu proses penemuan obat, sebuah langkah penting dalam dunia medis untuk pengembangan terapi baru.
Meskipun membeli data dan layanan genomik, Regeneron menegaskan mereka akan memprioritaskan keamanan dan privasi data pelanggan 23andMe. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat sebelumnya terjadi bocornya data pribadi dan genetik dari 7 juta pelanggan selama 2023.
Setelah kebangkrutan 23andMe, pendiri dan CEO perusahaan, Anne Wojcicki, mengundurkan diri. Selain itu, harga saham perusahaan anjlok hingga hampir tidak bernilai karena menurunnya minat pasar terhadap produk tes DNA.
Regeneron tidak akan membeli bisnis Lemonaid Health milik 23andMe. Keputusan pembelian ini akan dipertimbangkan oleh pengadilan kebangkrutan federal pada tanggal 17 Juni, dan Regeneron berjanji akan mematuhi semua aturan privasi dan hukum terkait data pelanggan.
Analisis Ahli
Dr. Maya Santoso (Ahli Genomik dan Bioetika)
Akuisisi ini memang berpotensi mempercepat inovasi pengembangan obat, tapi tanpa transparansi yang jelas dari Regeneron soal bagaimana data digunakan, risiko dan kekhawatiran etis akan tetap mengintai.

