NVIDIA Luncurkan Superkomputer Terbesar untuk Riset Komputasi Kuantum di Jepang
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Mei 2025
187 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
G-QuAT merupakan inisiatif besar dalam penelitian komputasi kuantum di Jepang.
ABCI-Q adalah superkomputer terbesar yang mendukung penelitian kuantum dengan integrasi berbagai teknologi.
NVIDIA berkomitmen untuk memajukan penelitian kuantum secara global melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga.
NVIDIA membuka pusat riset besar bernama G-QuAT di Jepang, dengan superkomputer ABCI-Q yang didedikasikan khusus untuk penelitian komputasi kuantum. Mesin ini bertujuan membantu menyelesaikan masalah kompleks di bidang kesehatan, energi, dan keuangan dengan menggabungkan teknologi kuantum dan AI.
ABCI-Q memakai ribuan GPU NVIDIA H100 yang terhubung melalui jaringan cepat Quantum-2 InfiniBand. Sistem ini menggunakan platform hybrid bernama CUDA-Q untuk mengelola berbagai jenis perangkat keras dan perangkat lunak kuantum secara efisien.
Superkomputer ini mengkombinasikan beberapa jenis prosesor kuantum dari perusahaan seperti Fujitsu, QuEra, dan OptQC. Cara ini memungkinkan para ilmuwan membandingkan berbagai metode kuantum sekaligus membuka jalan untuk aplikasi praktis di masa depan.
Tak hanya di Jepang, NVIDIA juga bekerja sama dengan pusat penelitian lain seperti di Taiwan, yang membangun superkomputer dengan ribuan GPU untuk mendukung riset kuantum. Banyak universitas dan perusahaan besar juga menggunakan teknologi NVIDIA untuk penelitian AI dan kuantum secara bersama-sama.
Para pakar NVIDIA yakin integrasi AI dan komputasi kuantum akan membuka revolusi industri baru yang memungkinkan solusi canggih untuk berbagai tantangan global. Mereka percaya kolaborasi internasional adalah kunci percepatan kemajuan teknologi ini.
Analisis Ahli
Tim Costa
Kolaborasi NVIDIA dengan AIST akan mempercepat pengembangan koreksi kesalahan kuantum dan aplikasi yang bisa membuat komputer kuantum praktis dalam waktu dekat.Masahiro Horibe
ABCI-Q akan mendorong peneliti Jepang untuk memahami tantangan inti teknologi kuantum dan mempercepat jalan ke kasus penggunaan nyata.