TLDR
ETH menunjukkan tanda-tanda undervaluasi yang signifikan dibandingkan BTC. Terdapat peningkatan minat institusi terhadap ETH, yang dapat mendorong kenaikan harga. Aktivitas jaringan ETH perlu meningkat agar harga dapat naik secara berkelanjutan. Ethereum (ETH) kini menunjukkan tanda-tanda undervalued jika dibandingkan dengan Bitcoin (BTC) berdasarkan metrik Market Value to Realized Value (MVRV). Indikator ini mengukur sentimen pasar dan pola perdagangan historis, dan saat ini posisinya sangat jarang terjadi sejak 2019.Data menunjukkan bahwa saat indikator ini rendah, Ethereum biasanya memberikan keuntungan signifikan serta mengungguli Bitcoin. Minat institusional terhadap ETH semakin besar, khususnya terlihat dari peningkatan tajam dalam kepemilikan ETF ETH sejak akhir April, yang menunjukkan ekspektasi outperform terhadap BTC.Rasio harga ETH/BTC juga telah rebound sebanyak 38% dari titik terendahnya pada Januari 2020. Volume perdagangan spot ETH relatif terhadap BTC mencapai level tertinggi sejak Agustus 2024, menandakan adanya permintaan yang meningkat dari investor dan trader.Selain itu, deposit ETH di bursa aset kripto menurun ke level paling rendah sejak 2020, yang biasanya berarti tekanan jual melemah karena investor lebih memilih menahan aset mereka. Namun, Ethereum masih perlu menembus moving average 365 hari terhadap BTC untuk konfirmasi kenaikan lanjutan.Meski demikian, aktivitas jaringan Ethereum masih kurang maksimal menurut laporan sebelumnya, dan tanpa peningkatan penggunaan jaringan, kenaikan harga jangka panjang akan sulit terjadi. Namun kombinasi undervalued saat ini, minat institusional, dan tekanan jual yang menurun menunjukkan potensi upside yang kuat.