Coinbase Tolak Tebusan 20 Juta dan Tantang Hacker di Balik Kebocoran Data Pelanggan
Teknologi
Keamanan Siber
16 Mei 2025
194 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Coinbase menawarkan hadiah untuk menangkap peretas yang meminta tebusan.
Serangan sosial merupakan metode umum yang digunakan oleh peretas untuk mengakses informasi pribadi.
Coinbase sedang diinvestigasi oleh SEC terkait laporan yang mungkin menyesatkan mengenai pengguna terverifikasi.
Coinbase mengalami peretasan di mana informasi pribadi sekitar 1% pelanggan bocor akibat peretas yang menyuap agen dukungan pelanggan. Mereka menuntut tebusan 20 juta dolar, tetapi Coinbase menolak membayar dan malah menawarkan hadiah 20 juta dolar untuk menangkap pelaku.
Meski kata sandi dan dana tidak diakses, bocornya data seperti nama, alamat, nomor telepon, dan foto dokumen bisa digunakan untuk serangan rekayasa sosial. Ini adalah teknik kejahatan yang umum dan efektif dalam dunia siber, termasuk phishing dan smishing.
Sebagai langkah keamanan, Coinbase telah memecat staf yang terlibat dan berencana membuka pusat dukungan pelanggan baru di AS. Perusahaan juga meningkatkan pengawasan terhadap penipuan untuk meminimalisasi risiko lebih lanjut pada pelanggan.
Insiden ini diperkirakan bisa merugikan Coinbase hingga 400 juta dolar, termasuk biaya keamanan dan penggantian kepada pelanggan. Perusahaan tetap berkomitmen melindungi data dan melawan upaya kejahatan siber demi keamanan komunitas pengguna.
Di tengah peristiwa ini, Coinbase juga menghadapi penyelidikan dari SEC terkait pelaporan pengguna, namun menjelaskan metrik tersebut sudah lama diperbarui. Selain itu, Coinbase akan resmi masuk ke indeks S&P 500, menjadi bursa kripto pertama yang mencapai prestasi ini.
Analisis Ahli
Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
Insiden ini menunjukkan pentingnya pelatihan keamanan siber yang kuat dan audit internal yang rutin untuk mendeteksi dan mengatasi kelemahan operasional akibat faktor manusia.