Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Bangun Pusat Data AI Terbesar di Abu Dhabi dengan Kapasitas 5-Gigawatt

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (10mo ago) artificial-intelligence (10mo ago)
17 Mei 2025
125 dibaca
2 menit
OpenAI Bangun Pusat Data AI Terbesar di Abu Dhabi dengan Kapasitas 5-Gigawatt

Rangkuman 15 Detik

OpenAI berencana membangun pusat data besar di Abu Dhabi sebagai bagian dari proyek Stargate.
Hubungan antara OpenAI dan G42 telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat AS terkait keamanan teknologi.
Microsoft telah berinvestasi besar dalam G42, menunjukkan minatnya di pasar teknologi Timur Tengah.
OpenAI berencana membangun pusat data baru di Abu Dhabi yang sangat besar dengan kapasitas 5 gigawatt, bekerja sama dengan perusahaan teknologi lokal G42. Pusat data ini diperkirakan akan jadi salah satu fasilitas AI terbesar di dunia dan akan membutuhkan daya setara lima reaktor nuklir. Proyek ini menunjukkan ambisi besar OpenAI dalam mendukung pengembangan teknologi AI global. Proyek pusat data Abu Dhabi ini merupakan bagian dari Stargate, inisiatif OpenAI bersama SoftBank dan Oracle yang menargetkan pembangunan kampus data center besar di berbagai lokasi dunia. Kapasitas daya fasilitas di Abu Dhabi lebih dari empat kali lipat kampus Stargate pertama OpenAI yang sedang dibangun di Texas, AS, yang hanya memiliki kapasitas 1,2 gigawatt. Kerjasama antara OpenAI dengan G42 yang dimulai pada 2023 untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan di Timur Tengah rupanya juga menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat. Hal ini karena G42 memiliki hubungan lama dengan perusahaan yang masuk daftar hitam pemerintah AS dan berhubungan dengan intelijen China. Namun, G42 berjanji sudah melepaskan investasi dan operasi mereka di China. Microsoft, pemegang saham utama di OpenAI, juga memiliki kepentingan di wilayah tersebut dan baru saja melakukan investasi sebesar 1,5 miliar dolar AS ke G42. Presiden Microsoft, Brad Smith, pun bergabung dengan dewan direksi G42, memperkuat kolaborasi teknologi antara AS dan Emirat Arab yang penuh dinamika politik dan bisnis. Meski potensi fasilitas data center ini besar, kerja sama dan proyek ini tetap menjadi topik sensitif karena adanya isu keamanan nasional dan geopolitik. Hubungan antara teknologi canggih AI dan kekhawatiran soal pengaruh asing di kawasan strategis menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan dan pengamat teknologi di seluruh dunia.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Proyek seperti ini akan mempercepat kemajuan AI secara signifikan, terutama dengan infrastruktur super besar yang menarik talenta dan investasi.
Fei-Fei Li
Kolaborasi global sangat penting, tapi perlu transparansi lebih untuk menghindari risiko geopolitik pada teknologi AI yang sangat kuat seperti ini.