TLDR
XM30 dirancang untuk menggantikan M-2 Bradley dan meningkatkan perlindungan pasukan. Penggunaan simulasi virtual membantu dalam merancang dan menguji prototipe XM30. Arsitektur terbuka XM30 memungkinkan inovasi dan peningkatan yang lebih efisien di masa depan. Militer Amerika Serikat tengah berupaya mengganti kendaraan tempur infanteri tua bernama M-2 Bradley yang sudah digunakan sejak 1981. Karena kendaraan ini sudah mencapai batas teknologi, militer mencoba membuat kendaraan baru bernama XM30 yang lebih canggih dan efisien.Untuk mempercepat dan mempermudah pengembangan XM30, militer menggunakan simulasi virtual. Anggota tentara mencoba berbagai desain kendaraan di dunia maya, termasuk latihan melawan musuh yang dikendalikan oleh pemain peran. Hal ini membantu mereka memahami kelebihan dan kekurangan setiap desain.XM30 dirancang menggunakan teknologi modern, seperti arsitektur modular terbuka yang memungkinkan kendaraan untuk dengan mudah ditingkatkan dan diperbarui di masa depan. Ini juga membantu mengurangi biaya pengembangan dan memberi peluang inovasi dari berbagai perusahaan industri.Rencana militer adalah membuat beberapa prototipe kendaraan XM30 pada tahun 2027 dan memperkenalkannya ke unit resmi pada tahun 2029 atau 2030. Kendaraan ini akan membawa pasukan dengan perlindungan tinggi dan dukungan tembakan selama misi di medan perang.Perusahaan seperti Raytheon memberi dukungan teknologi seperti senjata, sensor, dan kecerdasan buatan yang akan membuat XM30 menjadi kendaraan tempur yang efektif dan siap menghadapi ancaman di masa depan pada medan tempur.