Google Perluas Fitur AI Deteksi Penipuan di Aplikasi Pesan Android
Teknologi
Keamanan Siber
14 Mei 2025
203 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google mengembangkan fitur Deteksi Penipuan untuk melindungi pengguna dari scam.
AI digunakan untuk mendeteksi pesan penipuan yang lebih canggih dan kompleks.
Perusahaan lain juga berinovasi dengan solusi AI untuk melawan penipuan.
Google mengumumkan perluasan fitur deteksi scam berbasis AI pada aplikasi Google Messages untuk melindungi pengguna dari berbagai jenis pesan penipuan, seperti scam kripto dan penipuan dukungan teknis. Fitur ini berjalan sepenuhnya di perangkat pengguna tanpa membagi data ke Google, menjaga privasi tetap aman.
Saat ini, Android mampu mendeteksi sekitar 2 miliar pesan mencurigakan setiap bulan dengan teknologi ini. Scammer dari berbagai negara beroperasi aktif, terutama grup scam dari China yang kerap mengirim pesan penipuan tentang pembayaran dan pengiriman palsu.
Ada dua jenis scam: yang sederhana seperti pembayaran tol palsu yang relatif mudah dikenali, dan scam yang rumit seperti pig butchering yang membangun hubungan lewat pesan selama berbulan-bulan sebelum menipu korban agar menyerahkan uang atau data penting.
Google juga sedang menguji fitur deteksi scam untuk panggilan telepon tetapi belum tersedia secara luas. Kompansi lain seperti O2 dan Meta juga menggunakan AI untuk melindungi penggunanya dari scam melalui cara yang berbeda, termasuk memperingatkan pengguna dan membuat bots untuk memakan waktu scammers.
Kleidermacher dari Google menyatakan bahwa teknologi AI ini sangat efektif dan diharapkan dapat berkembang ke platform komunikasi lain selain Google Messages untuk memberikan perlindungan lebih luas kepada pengguna terhadap berbagai modus penipuan.
Analisis Ahli
Dave Kleidermacher
AI on-device memungkinkan kita menangkap modus penipuan yang berkembang perlahan dan rumit, membuat perlindungan menjadi lebih adaptif terhadap skema baru.
