AS Cabut Batas Ekspor Chip AI, Nvidia Untung dan Huawei Dibatasi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Mei 2025
47 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pencabutan aturan Diffusion memberikan keleluasaan bagi perusahaan teknologi AS dalam mengekspor chip AI.
Nvidia dan pemimpin industri lainnya berkolaborasi dengan pemerintah untuk menarik investasi di sektor AI.
Huawei diingatkan untuk tidak menggunakan chipset AI mereka karena melanggar perjanjian kontrol ekspor AS.
Departemen Perdagangan Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan pencabutan Aturan Difusi Kecerdasan Buatan yang sebelumnya akan membatasi ekspor chip AI buatan AS. Keputusan ini diambil karena aturan tersebut dianggap terlalu membebani perusahaan dan berpotensi menghambat inovasi teknologi di AS.
Nvidia, perusahaan yang menguasai sekitar 90 persen pasar chip AI global, dianggap berada dalam posisi yang sangat terpengaruh oleh aturan tersebut. Setelah aturan itu diluncurkan, Nvidia secara terbuka menolaknya dan menantikan kebijakan yang lebih mendukung kepemimpinan teknologi Amerika.
Di sisi lain, pemerintah AS juga memperingatkan perusahaan-perusahaan agar tidak menggunakan chip Ascend buatan Huawei, yang merupakan pesaing utama Nvidia di pasar chip AI, karena dianggap melanggar kontrol ekspor AS. Hal ini menjadi bagian dari upaya AS untuk melindungi teknologi mereka dan membatasi pengaruh chip buatan China.
CEO Nvidia, Jensen Huang, hadir bersama mantan Presiden Donald Trump dan sejumlah tokoh teknologi lainnya dalam sebuah forum investasi di Riyadh, Arab Saudi. Forum ini bertujuan menggalang investasi dalam teknologi AI dari pihak Saudi untuk memperkuat posisi perusahaan-perusahaan AS di pasar global.
Trump secara terbuka mengarahkan forum investasi ini kepada calon investor Saudi, menekankan pentingnya investasi besar dalam bisnis teknologi AS untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di bidang AI dan teknologi lainnya yang sangat strategis.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Langkah ini mencerminkan kebutuhan untuk melindungi kekayaan intelektual AS sambil menciptakan ekosistem AI yang berkelanjutan. Namun, harus ada keseimbangan agar kebijakan tidak terlalu represif sehingga menghambat kolaborasi internasional.Fei-Fei Li
Pembatasan semacam ini menunjukan persaingan teknologi dunia semakin panas, tetapi pendekatan yang terlalu proteksionis berisiko memperlambat pengembangan teknologi secara global dan malah mendorong negara lain membuat solusi alternatif.
