Sistem Email Pemerintah AS Digunakan Untuk Penipuan Denda Tol, Warga Waspada!
Teknologi
Keamanan Siber
13 Mei 2025
30 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pentingnya keamanan siber dalam sistem komunikasi pemerintah.
Peningkatan penipuan yang menggunakan email resmi untuk menipu warga.
Perusahaan penyedia layanan harus lebih proaktif dalam mengelola akunnya untuk mencegah penyalahgunaan.
Beberapa pemerintah negara bagian di Amerika Serikat menggunakan sistem email resmi untuk memberitahu warga tentang informasi penting. Namun, baru-baru ini, sistem ini disalahgunakan oleh penipu yang mengirim email palsu tentang tunggakan tol kepada warga di Indiana. Email tersebut terlihat resmi dan berasal dari alamat email pemerintah yang sah.
Penipu berhasil membobol akun kontraktor yang menggunakan platform GovDelivery, sebuah layanan notifikasi email yang dikelola oleh perusahaan Granicus. Melalui akun ini, mereka mengirim pesan penipuan yang mengklaim bahwa penerima memiliki tunggakan tol yang harus segera dibayar, dengan ancaman denda atau masalah registrasi kendaraan.
Email tersebut berisi tautan yang tampak resmi, tetapi ketika diklik akan mengarahkan penerima ke situs palsu yang meniru situs resmi Texas Department of Transport, TxTag. Situs ini dirancang untuk mencuri data pribadi dan informasi kartu kredit pengguna yang tertipu.
Selain Indiana, Doña Ana County di New Mexico juga mengalami masalah serupa, di mana sistem pemberitaan yang dikelola melalui Granicus terkompromi dan digunakan untuk menyebarkan pesan palsu yang meminta pembayaran. Granicus menyatakan bahwa sistem mereka tidak dibobol, melainkan hanya akun pengguna yang terkena serangan sosial rekayasa.
Kasus ini menandai meningkatnya serangan penipuan melalui email resmi pemerintah, yang memanfaatkan kepercayaan warga pada komunikasi resmi. Pihak berwenang sedang berusaha menghentikan penyalahgunaan dan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap email yang mencurigakan mengenai tunggakan tol atau pembayaran lainnya.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Insiden ini menegaskan pentingnya keamanan multi-faktor dan pengawasan aktivitas akun pengguna di sistem penting seperti email pemerintahan agar mencegah penyalahgunaan yang berpotensi luas.Mikko Hyppönen
Penggunaan social engineering terus menjadi titik lemah utama dalam keamanan digital, dan serangan seperti ini menuntut pendekatan keamanan berlapis dan edukasi pengguna secara berkelanjutan.
