Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Flamingo Membuat Pusaran Air untuk Menangkap Mangsa Hidup: Temuan Baru Mengubah Cara Makan Mereka

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (10mo ago) climate-and-environment (10mo ago)
13 Mei 2025
155 dibaca
2 menit
Flamingo Membuat Pusaran Air untuk Menangkap Mangsa Hidup: Temuan Baru Mengubah Cara Makan Mereka

Rangkuman 15 Detik

Flamingo adalah predator aktif yang menggunakan vorteks untuk menangkap mangsa.
Penelitian ini mengubah pemahaman tentang perilaku makan flamingo dari penyaring pasif menjadi teknik berburu yang canggih.
Temuan dapat diterapkan dalam desain sistem penyaringan dan teknologi robotika.
Flamingo selama ini dikenal sebagai pemakan saring yang tenang saat mencari makan di air dangkal. Namun sebuah studi baru menunjukkan bahwa flamingo sebenarnya adalah predator yang aktif. Mereka menggunakan teknik khusus untuk menciptakan pusaran air yang membantu menangkap mangsa hidup, seperti udang air asin, yang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menyaring partikel pasif seperti yang selama ini diyakini. Tim peneliti dari University of California, Berkeley bekerja sama dengan beberapa universitas dan kebun binatang mempelajari flamingo Chile di penangkaran. Dengan menggunakan alat laser dan model 3D kaki dan paruh flamingo, mereka menemukan bahwa flamingo mengaduk sedimentasi dengan kaki web mereka untuk membuat pusaran air yang menahan mangsa agar berkonsentrasi. Flamingo kemudian menggerakkan kepala mereka ke atas melalui pusaran ini, mengangkat mangsa ke permukaan air. Sambil berada terbalik di air, mereka menggerakkan paruh berbentuk L dan rata dengan cepat untuk menciptakan pusaran yang lebih kecil, menarik mangsa ke dalam paruh. Paruh ini bekerja seperti pompa yang menyaring mangsa bergerak sekaligus menyingkirkan partikel yang tidak diinginkan. Selain pengamatan alami, para peneliti juga melakukan simulasi menggunakan model paruh flamingo yang dipasangi aktuator dan pompa kecil untuk meniru gerakan lidah. Hasilnya menunjukkan bahwa gerakan paruh yang bergetar mampu meningkatkan jumlah mangsa yang ditangkap hingga tujuh kali lipat dibandingkan tanpa gerakan itu. Penemuan ini tidak hanya menggambarkan flamingo sebagai makhluk yang sangat khusus dalam menangkap makanan, tetapi juga membuka peluang untuk menghadirkan teknologi baru berdasarkan prinsip pusaran dan penghisapan. Misalnya, teknologi penyaring mikroplastik atau robot yang dapat bergerak di lingkungan berair atau berlumpur dapat memanfaatkan metode alami flamingo ini.

Analisis Ahli

Victor Ortega Jiménez
Flamingo bukan hanya penyaring pasif; mereka adalah pemangsa yang sangat terampil yang menggunakan dinamika aliran fluida untuk memperangkap mangsa yang bergerak.