SoftBank Capai Laba Melonjak Berkat Permintaan AI dan Rencana Investasi Besar
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
13 Mei 2025
219 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
SoftBank mengalami lonjakan laba kuartalan yang signifikan berkat permintaan AI.
Vision Fund berkontribusi pada laba SoftBank melalui investasi yang berhasil di startup seperti ByteDance.
SoftBank tetap berkomitmen untuk investasi besar di AI meskipun menghadapi tantangan pendanaan.
SoftBank Group melaporkan laba kuartalan yang naik 124% berkat permintaan tinggi di bidang kecerdasan buatan atau AI yang mendukung valuasi startup dan penjualan unit chipnya. Keuntungan ini diperoleh terutama dari Vision Fund yang mendapatkan profit dari kenaikan nilai perusahaan ByteDance, pemilik TikTok.
Perusahaan asal Tokyo ini mendapatkan laba bersih sebesar ¥517,18 miliar atau sekitar Rp 58.45 triliun ($3,5 miliar) pada kuartal keempat fiskal mereka. Pendapatan tahunan SoftBank juga meningkat menjadi ¥1,15 triliun setelah sebelumnya mengalami kerugian.
SoftBank berencana untuk menginvestasikan sampai dengan Rp 501.00 triliun ($30 miliar) di OpenAI dan memimpin investasi senilai Rp 1.67 quadriliun ($100 miliar) untuk pembangunan perangkat keras AI dan pusat data di Amerika Serikat. Namun, rencana besar ini menghadapi tantangan dari proteksionisme teknologi dan potensi tarif baru dari pemerintah AS.
Selain dari performa ByteDance, SoftBank juga mendapat dukungan dari peningkatan harga saham perusahaan seperti Didi Global dan Auto1 Group. Namun, beberapa investasinya yang lain seperti BrainBees Solutions dan beberapa perusahaan India mengalami penurunan nilai saham.
Meski tantangan ekonomi dan ketidakpastian pasar teknologi terus membayangi, jajaran eksekutif SoftBank, termasuk CFO Yoshimitsu Goto dan pendiri Masayoshi Son, menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan strategi investasi agresif di bidang AI dan infrastruktur teknologi.
Analisis Ahli
Yoshimitsu Goto
Ketidakpastian semakin besar, namun SoftBank tetap pada komitmennya selama 44 tahun tidak bergeser.Masayoshi Son
Investasi besar dalam AI dan pusat data adalah kunci masa depan teknologi dan ekonomi global.