Huawei dan UBTech Bersama Percepat Adopsi Robot Humanoid di Cina
Teknologi
Robotika
13 Mei 2025
113 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kemitraan antara Huawei dan UBTech bertujuan untuk mempercepat adopsi robot humanoid di berbagai sektor.
Dukungan teknologi dari Huawei akan meningkatkan kemampuan robot yang dikembangkan oleh UBTech.
Pasar robotik di Tiongkok diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Huawei Technologies dan UBTech Robotics menjalin kemitraan strategis besar di Shenzhen, China, untuk mempercepat pengembangan dan adopsi robot humanoid di pabrik dan rumah. Kerja sama ini menggabungkan teknologi chip dan cloud AI dari Huawei dengan keahlian robotika UBTech.
Perusahaan akan bersama-sama membangun pabrik pintar yang mengandalkan robot humanoid serta mengembangkan robot layanan untuk penggunaan rumah, termasuk versi berjalan dengan dua kaki dan roda. UBTech mendapat dukungan teknologi tinggi dari Huawei untuk memfokuskan inovasi pada embodied intelligence atau kecerdasan yang menyeluruh dalam tubuh robot.
Huawei menyediakan chip Ascend dan Kunpeng serta platform cloud AI yang membantu meningkatkan kemampuan robot-robot generasi berikutnya. Dengan ini, robot diharapkan bisa lebih cerdas dan mampu berinteraksi lebih baik dengan lingkungan nyata.
UBTech berharap bisa memproduksi 1.000 robot humanoid tahun ini saja dan telah menjalin kemitraan dengan perusahaan besar seperti Midea Group dan Easyhome New Retail Group. Saham UBTech melonjak hampir 10 persen setelah pengumuman, dan pasar robotika China diprediksi terus berkembang pesat mencapai miliaran yuan.
Selain itu, Huawei juga aktif membangun ekosistem robotika melalui pusat inovasi global dan investasi di berbagai startup robotik, menunjukkan komitmen seriusnya untuk memimpin teknologi robot humanoid dan kecerdasan buatan masa depan di China.
Analisis Ahli
Dr. Li Wen, Profesor Robotik di Tsinghua University
Kerja sama ini menunjukkan arah yang tepat dengan menggabungkan teknologi AI dan robotik untuk aplikasi dunia nyata. Namun, pengembangan embodied intelligence masih memerlukan riset lanjutan agar robot dapat benar-benar memahami dan berinteraksi secara alami dalam lingkungan manusia.

