Beijing Bangun Ekosistem AI Mandiri Senilai 11 Miliar Dolar dengan Teknologi Cina
Teknologi
Kecerdasan Buatan
08 Mei 2025
276 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Yizhuang Development Zone berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem AI dengan menggunakan teknologi domestik.
China berfokus pada kemandirian teknologi untuk memperkuat industri AI-nya.
RISC-V semakin populer sebagai alternatif open-source untuk arsitektur prosesor yang lebih dikenal.
Beijing menetapkan tujuan ambisius untuk mengembangkan ekosistem industri kecerdasan buatan (AI) yang kuat dan mandiri dengan menggunakan sepenuhnya teknologi buatan China. Program ini didukung dengan subsidi puluhan juta dolar untuk mempercepat perkembangan teknologi AI di kota tersebut.
Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Yizhuang bertujuan membangun ekosistem AI dengan nilai pasar diperkirakan mencapai 80 miliar yuan atau sekitar 11 miliar dolar AS pada akhir tahun ini. Ini menunjukkan langkah konkret Beijing untuk menjadi pemimpin industri AI nasional.
Fokus utama pengembangan adalah pada pengembangan GPU berkinerja tinggi dan chip berbasis arsitektur RISC-V. RISC-V dipilih karena merupakan arsitektur open-source yang mulai populer di Tiongkok sebagai alternatif dari teknologi x86 dan Arm yang didominasi perusahaan asing.
Semua teknologi yang dipakai adalah produk dalam negeri mulai dari semikonduktor, sistem operasi, hingga kerangka perangkat lunak open-source, sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan kontrol penuh atas teknologi AI yang dikembangkan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi lebih besar China untuk mengurangi ketergantungan teknologi asing dan mendorong inovasi di bidang teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan, untuk memimpin pasar global di masa depan.
Analisis Ahli
Kai-Fu Lee (Pakarnya AI dan pengusaha teknologi Cina)
Inisiatif seperti ini sangat penting bagi Cina untuk mendominasi ekonomi masa depan karena AI menjadi fondasi bagi berbagai industri baru.


