AI summary
Hama migrasi dari Asia Tenggara berdampak negatif pada hasil padi di China selatan. El Niño menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan hama, yang berpotensi menyebabkan krisis pangan. Kolaborasi internasional diperlukan untuk mengatasi tantangan hama akibat perubahan iklim. Penelitian yang dipimpin oleh Peking University menemukan bahwa hama migrasi dari daratan Asia Tenggara berkembang pesat di bawah kondisi El Niño, menyebabkan penurunan hasil panen padi di Cina selatan. Cuaca hangat dan lembab selama tahun El Niño menciptakan kondisi berkembang biak yang menguntungkan bagi hama, sementara angin kencang membantu mereka bermigrasi ke Cina selatan.Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Food pada 18 April dan melibatkan beberapa institusi internasional seperti Chinese Academy of Sciences, Zhejiang University, Potsdam Institute for Climate Impact Research, dan Laboratory of Dynamic Meteorology. Para ilmuwan menekankan bahwa pemanasan global yang berkelanjutan akan mengubah ceruk ekologi hama dan meningkatkan kejadian hama tanaman, yang menjadi hambatan utama dalam menstabilkan produksi pangan.Para peneliti mendesak adanya kolaborasi internasional untuk meminimalkan kehilangan hasil panen akibat hama seiring dunia beradaptasi dengan perubahan iklim. Kolaborasi ini dianggap penting untuk memastikan keamanan pangan di wilayah tersebut dan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim terhadap produksi pangan.
Fenomena El Niño yang memperparah penyebaran hama migran adalah bukti nyata bagaimana perubahan iklim bisa berdampak langsung pada ketahanan pangan regional. Tanpa tindakan kolaboratif dan terkoordinasi antar negara, kerugian panen dan risiko kekurangan pangan akan terus meningkat secara signifikan.