Google Hadirkan AI Gemini untuk Anak, Orang Tua Diminta Waspada dan Awasi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
03 Mei 2025
32 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Google memperkenalkan aplikasi Gemini untuk membantu anak-anak dalam belajar.
Orang tua perlu mengawasi penggunaan aplikasi AI oleh anak-anak untuk mencegah kesalahan dan konten yang tidak pantas.
Privasi data anak-anak dijamin tidak akan digunakan untuk melatih AI.
Google telah memberi tahu orang tua yang menggunakan kontrol orang tua Family Link bahwa anak-anak mereka akan segera dapat mengakses aplikasi Gemini AI di perangkat Android yang dipantau. Aplikasi ini dapat membantu anak-anak dengan pekerjaan rumah atau membacakan cerita. Namun, Google juga memperingatkan bahwa Gemini dapat membuat kesalahan dan anak-anak mungkin menemukan konten yang tidak diinginkan.
Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi termasuk rekomendasi yang tidak masuk akal seperti menyarankan lem sebagai topping pizza atau salah menghitung jumlah huruf 'r' dalam kata strawberry. Selain itu, beberapa pengguna muda Character.ai kesulitan membedakan antara chatbot dan kenyataan, yang menyebabkan masalah lebih lanjut. Google menyarankan orang tua untuk berbicara dengan anak-anak mereka dan menjelaskan bahwa AI bukan manusia dan tidak boleh berbagi informasi sensitif dengan chatbot.
Anak-anak di bawah 13 tahun dapat mengaktifkan dan mengakses Gemini sendiri di bawah Google Family Link, yang dirancang untuk membantu orang tua memantau penggunaan perangkat anak-anak mereka, menetapkan batasan, dan melindungi mereka dari konten berbahaya. Orang tua dapat mematikan akses ke Gemini melalui Family Link, dan mereka akan mendapatkan pemberitahuan tambahan saat anak pertama kali mengakses Gemini.
Analisis Ahli
Dr. Andi Wijaya, Psikolog Anak
Kontrol parental memang kunci utama agar teknologi AI tidak menimbulkan dampak negatif pada perkembangan kognitif anak. Edukasi yang terus menerus juga harus dilakukan agar anak bisa memahami perbedaan antara AI dan manusia.Prof. Sri Hartati, Pakar AI
Penggunaan AI di kalangan anak-anak harus dibarengi dengan standar keamanan dan pengawasan yang ketat, terutama untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak benar dan potensi manipulasi.


