Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rival ByteDance Borong Chip Nvidia H20 di Tengah Larangan Ekspor ke China

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
28 Apr 2025
56 dibaca
1 menit
Rival ByteDance Borong Chip Nvidia H20 di Tengah Larangan Ekspor ke China

AI summary

ByteDance menjual GPU kepada Tencent dan Alibaba untuk mendukung pengembangan AI.
Permintaan untuk chip GPU meningkat di Tiongkok akibat pembatasan ekspor dari AS.
Nvidia kini memerlukan persetujuan untuk mengekspor chip H20 ke Tiongkok.
Permintaan daya komputasi meningkat pesat di China karena adopsi AI yang cepat dan pembatasan ekspor AS yang lebih ketat. ByteDance, pemilik TikTok, memiliki stok chip senilai sekitar 100 miliar yuan dan menjual sebagian kecil dari inventaris daya komputasinya untuk menghasilkan pendapatan.Tencent Holdings dan Alibaba Group Holding telah membeli sejumlah besar GPU dari ByteDance untuk mendukung pengembangan AI mereka. Tencent membeli sekitar 2 miliar yuan GPU Nvidia H20 pada kuartal pertama, sementara Alibaba juga melakukan pembelian serupa.Pembatasan ekspor AS membuat akses ke teknologi semikonduktor canggih menjadi lebih sulit bagi perusahaan-perusahaan China. Perusahaan China memesan setidaknya 16 miliar dolar AS chip Nvidia H20 pada kuartal pertama, menunjukkan tingginya permintaan untuk daya komputasi di tengah situasi ini.

Experts Analysis

Andrew Ng
Pembatasan ekspor chip ke China dapat mempercepat inovasi domestik dalam sektor semikonduktor di negara tersebut, namun untuk saat ini mereka masih sangat bergantung pada chip impor seperti Nvidia H20.
Katherine Liu
Pergerakan perusahaan-perusahaan besar seperti Tencent dan Alibaba membeli chip dari ByteDance menunjukkan adanya dinamika jaringan industri yang sangat fluid dan strategis dalam pengembangan AI di China.
Editorial Note
Kebijakan ekspor yang ketat dari Amerika Serikat menyebabkan pasar chip AI di China menjadi semakin kompleks dan kompetitif, memaksa perusahaan seperti ByteDance mengambil peran sebagai pemasok chip untuk rivalnya. Strategi ini menggambarkan bagaimana perusahaan teknologi China harus beradaptasi secara cepat dengan kondisi geopolitik dan peraturan yang berubah-ubah untuk tetap bisa mengembangkan produk AI mereka.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.