Fed Izinkan Bank Tawarkan Layanan Crypto, Pasar Terus Bergairah
Finansial
Mata Uang Kripto
25 Apr 2025
12 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Federal Reserve mengubah pedoman untuk adopsi cryptocurrency oleh bank.
FDIC dan OCC memperingatkan tentang risiko yang terkait dengan cryptocurrency.
Dampak dari keputusan ini dapat mempengaruhi aliran dolar AS ke aset digital.
Pada 24 April, Federal Reserve membalikkan pedoman yang sebelumnya menghambat Wall Street untuk mengadopsi Bitcoin dan kripto. Namun, FDIC dan OCC menarik pernyataan mereka sendiri pada hari yang sama, meminta bank untuk lebih waspada terhadap risiko terkait kripto. Sebelumnya, Fed berulang kali memperingatkan bank tentang volatilitas, area hukum yang abu-abu, dan risiko likuiditas terkait kripto.
Bank anggota negara bagian yang diatur oleh Federal Reserve sekarang dapat menawarkan layanan kripto tanpa persetujuan sebelumnya. Langkah ini mencerminkan sikap pro-kripto yang semakin meningkat dari pemerintahan Trump, termasuk pengurangan penegakan regulasi dan penunjukan Ketua SEC yang ramah kripto, Paul Atkins. Tokoh bisnis seperti pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, menyambut baik langkah Fed ini sebagai sinyal bagi bank untuk bergerak menuju Bitcoin.
ETF kripto mengalami hari terbaik sejak Januari, mengumpulkan Rp 43.42 triliun ($2,6 miliar) minggu ini. Namun, Fed tidak sejauh memberikan hak akun utama kepada bank asli kripto seperti Custodia dan Kraken Financial, yang masih menjadi titik perdebatan. Langkah Fed ini, bersama dengan ketidakpastian politik dan ketakutan akan resesi, dapat mendorong bank sentral untuk lebih agresif dalam memotong suku bunga, yang dapat memicu aliran keluar dolar AS dan mengirim lebih banyak dolar ke aset digital.
Analisis Ahli
Joel Kruger
Peluang pemotongan suku bunga lebih agresif oleh Fed berpotensi memicu arus keluar dolar AS yang besar ke aset digital.Paul Atkins
Regulasi yang lebih ramah kripto penting untuk membangun inovasi dan adopsi pasar yang sehat di AS.