Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Alphabet Raih Laba Kuartal Pertama Lebih Baik, Hadapi Risiko Regulasi Berat

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (11mo ago) investment-and-capital-markets (11mo ago)
25 Apr 2025
26 dibaca
1 menit
Alphabet Raih Laba Kuartal Pertama Lebih Baik, Hadapi Risiko Regulasi Berat

Rangkuman 15 Detik

Alphabet melaporkan hasil keuangan yang lebih baik dari ekspektasi pasar.
Perusahaan menghadapi tantangan dari keputusan antitrust yang dapat mempengaruhi bisnis iklannya.
Kenaikan dividen dan rencana beli kembali saham menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap kinerjanya.
Alphabet melaporkan hasil keuangan kuartal pertama yang kuat, dengan pendapatan sebesar Rp 1.51 quadriliun ($90,2 miliar) dan EPS sebesar Rp 4.69 juta ($2,81) , mengalahkan ekspektasi analis. Perusahaan juga mengumumkan peningkatan dividen sebesar 5% dan pembelian kembali saham senilai Rp 1.17 quadriliun ($70 miliar) . Pendapatan iklan Google mencapai Rp 1.12 quadriliun ($66,8 miliar) , sedikit di atas ekspektasi, sementara pendapatan Google Cloud Platform sedikit di bawah ekspektasi. Kinerja kuat Alphabet datang di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh rencana tarif 'Liberation Day' Presiden Trump, yang menyebabkan pasar bergejolak. Analis Barclays, Ross Sandler, mencatat bahwa kecepatan transaksi di e-commerce telah menurun dan mengharapkan iklan digital melemah di kuartal kedua. Alphabet juga menghadapi dampak dari dua kekalahan antitrust yang dapat memaksa perusahaan untuk menjual atau merestrukturisasi bisnis iklannya. Meskipun menghadapi tantangan hukum dan ekonomi, Alphabet berhasil melaporkan hasil keuangan yang kuat dan memberikan kepercayaan kepada investor dengan pengumuman pembelian kembali saham besar. Perusahaan terus menunjukkan kekuatan dalam bisnis iklan dan layanan cloud-nya, meskipun ada beberapa penurunan dalam ekspektasi pendapatan cloud. Ini menunjukkan bahwa Alphabet tetap menjadi pemain utama di pasar teknologi global.

Analisis Ahli

Ross Sandler
Mengantisipasi perlambatan pendapatan iklan digital di kuartal kedua karena dampak gangguan ekonomi makro.