Alphabet Tetap Investasi Besar Meski Hadapi Tarif dan Tekanan Hukum
Bisnis
Ekonomi Makro
25 Apr 2025
98 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Alphabet tetap berkomitmen untuk berinvestasi meskipun ada ketidakpastian ekonomi.
Perubahan dalam aturan tarif dapat berdampak negatif pada pendapatan iklan Google.
Google menghadapi tantangan hukum yang dapat mempengaruhi operasional dan produk mereka.
Alphabet, perusahaan induk Google dan YouTube, berencana menginvestasikan Rp 1.25 quadriliun ($75 miliar) meskipun ada ketidakpastian ekonomi dan tarif yang meningkat. CEO Sundar Pichai menyatakan bahwa investasi ini akan difokuskan pada pengembangan kapasitas pusat data sebagai infrastruktur AI. Pendapatan kuartal pertama Alphabet melampaui ekspektasi, yang menyebabkan saham naik lebih dari 4% dalam perdagangan setelah jam kerja.
Philipp Schindler, Chief Business Officer di Google, mengakui bahwa perubahan aturan de minimis akan memberikan sedikit hambatan pada bisnis iklan mereka pada tahun 2025. Analis pasar Nikhil Lai juga menyatakan bahwa inflasi yang stagnan akibat tarif dapat mengurangi pendapatan iklan Google dalam beberapa kuartal mendatang, terutama dari pengecer berbasis APEC.
Selain risiko tarif, CFO Alphabet Anat Ashkenazi menyebutkan bahwa perusahaan menghadapi peningkatan biaya depresiasi yang akan menekan keuntungan. Alphabet juga menghadapi tekanan hukum dari regulator federal, dengan beberapa hakim memutuskan bahwa Google memegang monopoli ilegal di beberapa bagian industri periklanan online. Hal ini dapat memaksa perusahaan untuk melepaskan produk-produk kunci seperti browser Chrome.
Analisis Ahli
Nikhil Lai
Kenaikan tarif dan aturan baru akan membuat pengiklan, terutama dari rantai pasok global, mengurangi anggaran iklan mereka di Google yang berdampak nyata pada pendapatan dan pertumbuhan perusahaan.