Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ljubljana Jadi Kota Terfavorit Dunia Dalam Menyambut Kripto, Hong Kong Peringkat Dua

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
24 Apr 2025
282 dibaca
1 menit
Ljubljana Jadi Kota Terfavorit Dunia Dalam Menyambut Kripto, Hong Kong Peringkat Dua

AI summary

Hong Kong dan Ljubljana adalah dua kota teratas dalam hal ramah terhadap cryptocurrency.
Slovenia memiliki konsentrasi kekayaan cryptocurrency tertinggi di dunia.
Individu kaya semakin mencari kewarganegaraan kedua di yurisdiksi yang netral pajak.
Hong Kong dinobatkan sebagai kota kedua paling ramah terhadap cryptocurrency di dunia menurut laporan baru oleh platform migrasi Multipolitan. Laporan ini menyoroti Hong Kong sebagai pusat yang menarik kekayaan, bakat, dan inovasi industri. Ljubljana, ibu kota Slovenia, menempati peringkat pertama dalam Crypto Friendly Cities Index yang mengevaluasi kota-kota berdasarkan regulasi, pajak, infrastruktur digital, dan kekayaan.Ljubljana telah menerima aset digital baru dengan baik, dengan ratusan tempat ritel yang menerima pembayaran crypto. Slovenia juga memimpin dalam konsentrasi kekayaan crypto, dengan rata-rata pemilik memegang US$240,500 dalam aset virtual. Negara-negara lain yang menonjol dalam peringkat ini termasuk Zurich, Singapura, dan Abu Dhabi.Para pemilik crypto besar semakin mencari tempat tinggal alternatif dan kewarganegaraan kedua di yurisdiksi netral pajak. Uni Emirat Arab, khususnya Dubai, telah menarik banyak tokoh industri kaya dengan skema Golden Visa yang memungkinkan residensi selama 10 tahun dengan investasi 2 juta dirham. Menurut Nirbhay Handa, kita bergerak dari hak kelahiran ke pilihan di mana individu memilih yurisdiksi, mata uang, dan komunitas yang paling melayani mereka.

Experts Analysis

Nirbhay Handa
Tokenised assets, decentralised residencies and on-chain governance are indisputably the new operating system for civilisation.
Editorial Note
Perkembangan ini mengindikasikan bahwa ekonomi digital dan aset terdesentralisasi akan semakin mempengaruhi geopolitik dan kebijakan pajak global. Kota dan negara yang tidak beradaptasi mungkin akan kehilangan peluang besar dalam menarik inovasi dan kekayaan baru.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.