GE Vernova Catat Pendapatan Kuartal Pertama Terbaik Meski Tertekan Tarif
Bisnis
Ekonomi Makro
23 Apr 2025
247 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
GE Vernova menunjukkan kinerja yang kuat di segmen tenaga dan elektrifikasi.
Tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump memberikan dampak signifikan pada biaya operasional perusahaan.
Bisnis angin lepas pantai GE Vernova mengalami penurunan pesanan dan kerugian inti yang signifikan.
GE Vernova melaporkan pendapatan kuartal pertama yang melebihi perkiraan Wall Street, didorong oleh kinerja kuat di unit tenaga listrik dan elektrifikasi. Hal ini menyebabkan saham perusahaan naik lebih dari 8% dalam perdagangan pra-pasar. Perusahaan ini mengukuhkan perkiraan pendapatan tahunan sebesar Rp 601.20 triliun ($36 miliar) hingga Rp 617.90 triliun ($37 miliar) , meskipun ada dampak biaya sekitar Rp 5.01 triliun ($300 juta) hingga Rp 6.68 triliun ($400 juta) akibat tarif.
Total pesanan GE Vernova pada kuartal pertama mencapai Rp 170.34 triliun ($10,2 miliar) , naik sekitar 8% dari tahun sebelumnya. Laba inti segmen elektrifikasi lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp 3.57 triliun ($214 juta) , sementara segmen tenaga listrik melaporkan laba inti sebesar Rp 8.48 triliun ($508 juta) dibandingkan dengan Rp 5.76 triliun ($345 juta) tahun lalu. Namun, bisnis angin lepas pantai menghadapi tantangan dengan kerugian inti sebesar Rp 2.44 triliun ($146 juta) dan penurunan pesanan sebesar 44% menjadi Rp 10.69 triliun ($640 juta) .
Perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusetts ini melaporkan pendapatan sebesar Rp 134.10 triliun ($8,03 miliar) dalam tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata analis sebesar Rp 125.92 triliun ($7,54 miliar) . Hasil ini datang di tengah tantangan industri tenaga listrik akibat tarif dan kebijakan pemerintahan Trump yang mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan biaya.
Analisis Ahli
Jamie Cook (Analis Industri Energi)
GE Vernova menunjukkan ketahanan di tengah kondisi pasar yang sulit, tetapi keberhasilan jangka panjangnya akan tergantung pada kemampuan mereka dalam mengatasi masalah rantai pasokan dan menurunkan biaya operasional, terutama di sektor angin lepas pantai.