Manajer Aset Besar Berebut Akuisisi Bisnis Pendingin Distrik Abu Dhabi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
19 Apr 2025
282 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Ada minat yang meningkat dari manajer aset global untuk investasi di sektor energi dan utilitas di kawasan Teluk.
Pendinginan distrik menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan dengan sistem pendinginan tradisional.
Kesepakatan ini mencerminkan upaya pemerintah UAE untuk mendiversifikasi ekonomi mereka dari ketergantungan pada minyak.
KKR dan I Squared Capital adalah di antara manajer aset global yang menawar bisnis pendinginan distrik milik Multiply Group di Abu Dhabi. Bisnis ini merupakan bagian dari kerajaan senilai Rp 25.05 quadriliun ($1,5 triliun) yang diawasi oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, salah satu Sheikh paling berkuasa di UAE. Investcorp juga tertarik untuk membeli PAL Cooling Holding (PCH), bersama dengan CVC yang bekerja sama dengan National Central Cooling Co (Tabreed).
Kesepakatan ini bisa bernilai sekitar Rp 16.70 triliun ($1 miliar) dan juga menarik minat dari perusahaan energi dan utilitas Abu Dhabi, TAQA. Kesepakatan ini mendekati putaran kedua dengan calon pembeli diharapkan mengajukan penawaran mengikat bulan depan. Minat pada PCH menunjukkan bagaimana kelompok pembelian sekarang melihat peluang investasi lokal di Teluk sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi dari minyak.
Tabreed bekerja sama dengan Citi untuk potensi penawaran, sementara KKR baru-baru ini mengumumkan rencana untuk membangun tim di wilayah tersebut untuk mengejar kesepakatan di Teluk. Dana ekuitas swasta di seluruh dunia mengamankan sekitar Rp 11.36 quadriliun ($680 miliar) pada tahun 2024, turun 30% dari sekitar Rp 16.13 quadriliun ($966 miliar) yang dikumpulkan pada tahun 2023. Ini menunjukkan perubahan fokus investasi ke wilayah Teluk yang sedang berkembang.
Analisis Ahli
Hendrik du Toit (Energi dan Infrastruktur)
Akuisisi ini merupakan sinyal jelas bahwa industri pendingin distrik dan energi terbarukan akan memainkan peran penting di masa depan pasar energi di Timur Tengah, sejalan dengan target keberlanjutan negara-negara kawasan.Layla Al Mazrouei (Ekonom Regional)
Fokus pada aset lokal dalam investasi swasta semakin meningkat karena potensi ekonomi yang belum tergarap sepenuhnya serta inisiatif pemerintah yang mendukung transformasi ekonomi di UAE.