AI summary
Bioteknologi dipandang sebagai bidang penting dalam kompetisi AS-China. Laporan menunjukkan bahwa AS berisiko kehilangan dominasi dalam bioteknologi. Inovasi bioteknologi dapat mengubah cara perang dilakukan dan meningkatkan kemampuan militer. Kompetisi antara AS dan China dalam bidang bioteknologi semakin meningkat, dengan potensi dampak besar pada ekonomi, militer, dan persenjataan. Laporan baru dari National Security Commission on Emerging Biotechnology menunjukkan bahwa Beijing sedang naik menuju dominasi bioteknologi, yang berisiko besar bagi Washington.Laporan ini diajukan ke Kongres setelah dua tahun penelitian dan debat, dengan komisi yang terdiri dari tokoh-tokoh seperti Senator Todd Young, mantan CEO Google Eric Schmidt, dan Michelle Rozo dari In-Q-Tel. Mereka menyoroti pentingnya bioteknologi sebagai domain perang yang terpisah dan mendesak kepemimpinan AS untuk mengambil tindakan.Bioteknologi dapat menghasilkan peralatan militer yang lebih baik, makanan yang disintesis di medan perang, tentara super, dan bakteri pendeteksi ranjau darat. Namun, AS kekurangan kapasitas industri dalam negeri untuk bioteknologi, yang menjadi tantangan besar dalam menghadapi dominasi China di bidang ini.
AS harus segera meningkatkan investasi dan kerjasama antara pemerintah, militer, dan sektor swasta untuk mengejar ketertinggalan di bidang bioteknologi. Kegagalan bertindak cepat akan memperbesar risiko kalah dalam kompetisi strategis dengan China yang sudah menunjukkan kemajuan pesat.