Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Kini Jadi Indikator Risiko, Bukan Emas Digital Di Tengah Perang Dagang

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
17 Apr 2025
1352 dibaca
1 menit
Bitcoin Kini Jadi Indikator Risiko, Bukan Emas Digital Di Tengah Perang Dagang

TLDR

Bitcoin kini lebih terkait dengan sentimen risiko daripada sebagai aset aman.
Korelasi antara Bitcoin dan AUD/JPY menunjukkan bahwa Bitcoin berfungsi sebagai proxy untuk risiko di pasar.
Perang dagang antara AS dan China memiliki dampak signifikan terhadap pasar keuangan dan aset kripto.
Perang dagang yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump telah menyebabkan volatilitas signifikan di pasar keuangan sejak Maret, mendorong investor untuk mencari aset yang dapat memberikan lindung nilai. Namun, Bitcoin tidak memenuhi harapan sebagai aset lindung nilai atau investasi aman. Sebaliknya, Bitcoin menunjukkan korelasi yang lebih kuat dengan pasangan mata uang AUD/JPY, yang dikenal sebagai barometer risiko di pasar valuta asing.Data dari TradingView menunjukkan bahwa koefisien korelasi 90 hari antara Bitcoin dan pasangan AUD/JPY berubah positif pada akhir Februari dan mencapai level tertinggi sejak November 2021. Perang tarif antara AS dan China telah menyebabkan kenaikan tarif kumulatif sebesar 245% pada impor China ke AS, yang memicu kekhawatiran stagflasi dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.Korelasi antara Bitcoin dan emas berubah negatif pada akhir Februari, menunjukkan bahwa kedua aset bergerak dalam arah yang berlawanan. AUD, sebagai mata uang yang sensitif terhadap China dan komoditas, cenderung naik ketika pasar global optimis, sementara yen, sebagai mata uang safe haven, cenderung turun. Data korelasi menunjukkan bahwa Bitcoin sekarang berfungsi sebagai proksi untuk sentimen risiko seperti AUD/JPY.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.