TSMC Catat Laba Besar Kuartal Maret, Namun Kekhawatiran Perang Dagang Membayangi
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Apr 2025
24 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
TSMC melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan berkat permintaan chip yang meningkat.
Ketidakpastian terkait tarif perdagangan dapat mempengaruhi prospek industri semikonduktor.
Investor menantikan rencana investasi TSMC yang baru dan dampaknya terhadap pasar global.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melaporkan pendapatan bersih kuartal Maret sebesar Rp 185.37 triliun (US$11,1 miliar) , lebih tinggi dari perkiraan analis. Peningkatan ini terjadi karena pelanggan bergegas menimbun chip canggih sebagai antisipasi terhadap gangguan perdagangan global yang dipicu oleh tarif AS. Pendapatan TSMC naik 42 persen pada periode tersebut, didorong oleh penimbunan smartphone, laptop, dan elektronik lainnya di AS.
Investor kini fokus pada prospek pendapatan dan pengeluaran TSMC untuk tahun 2025, yang akan dijelaskan oleh eksekutif perusahaan. Sektor teknologi global sedang mengalami ketidakpastian setelah beberapa hari yang bergejolak, termasuk pembatasan ekspor chip Nvidia ke China dan laporan mengecewakan dari ASML Holding NV. Kedua faktor ini mengurangi prospek semikonduktor dan menyebabkan penurunan nilai pasar sebesar Rp 3.34 quadriliun (US$200 miliar) .
Perang dagang yang dipicu oleh tarif AS membuat ekonom menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB global, yang mempengaruhi permintaan untuk produk teknologi seperti iPhone dan komputer. Sebelum tarif tambahan diberlakukan, analis sudah mempertanyakan apakah perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Meta Platforms akan terus membeli chip Nvidia dengan kecepatan yang sama pada tahun 2025. TSMC juga mengumumkan investasi tambahan sebesar Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) di AS.
Analisis Ahli
Lisa Su (CEO AMD)
Investasi besar-besaran TSMC adalah strategi yang tepat untuk mengamankan posisi mereka sebagai produsen chip utama di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat.
