Pemerintah AS Perpanjang Kontrak CVE untuk Lindungi Keamanan Siber Global
Teknologi
Keamanan Siber
16 Apr 2025
81 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Program CVE penting untuk identifikasi kerentanan siber.
MITRE terus mengelola program CVE setelah kontrak diperpanjang.
Inisiatif untuk menjadikan CVE sebagai yayasan nonprofit sedang dipertimbangkan.
Pemerintah AS telah memutuskan untuk terus mendanai program Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) dengan memperpanjang kontrak dengan MITRE. Keputusan ini diambil setelah MITRE memperingatkan bahwa kontraknya akan berakhir pada 16 April. Program CVE sangat penting bagi perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, Google, dan Intel untuk mengidentifikasi dan melacak kerentanan keamanan siber di seluruh dunia.
CVE Foundation mengumumkan inisiatif untuk menjadikan program ini sebagai yayasan nirlaba yang akan fokus pada misi mengidentifikasi kerentanan dan menjaga integritas data CVE. Namun, belum jelas apakah inisiatif ini akan terus berlanjut setelah pemerintah memperpanjang kontrak dengan MITRE. CISA tidak memberikan alasan mengapa mereka menunggu hingga menit terakhir untuk memperpanjang kontrak tersebut.
Jared Auchey, juru bicara CISA, menyatakan bahwa program CVE sangat berharga bagi komunitas siber dan menjadi prioritas bagi CISA. Dia juga mengapresiasi kesabaran para mitra dan pemangku kepentingan. Perpanjangan kontrak ini datang di tengah pemotongan dana dan pengurangan pekerjaan di seluruh pemerintahan federal.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Mempertahankan akses terbuka dan transparan ke data kerentanan melalui program seperti CVE adalah fondasi penting dalam keamanan siber modern, dan pemerintah harus memastikan program ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga berkembang secara independen.Katie Moussouris
Menjadikan CVE sebagai yayasan nirlaba bisa meningkatkan inklusivitas dan kolaborasi dengan komunitas global, namun transisi semacam ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu operasi kritikal yang sudah berjalan.

