Dampak Perang Dagang AS-China: Emas Melonjak dan Pasar Global Terguncang
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
16 Apr 2025
165 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Perang dagang antara AS dan Tiongkok semakin intensif, mempengaruhi berbagai sektor industri.
Nvidia menghadapi tantangan besar akibat pembatasan ekspor chip ke Tiongkok, yang dapat berdampak pada pendapatannya.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok menunjukkan ketahanan, tetapi ada kekhawatiran tentang dampak jangka panjang dari tarif AS.
Perang dagang antara AS dan China semakin memanas dan meluas ke berbagai sektor seperti chip, pesawat, dan farmasi. Ketegangan ini mengganggu stabilitas pasar yang rapuh dan mempengaruhi nilai dolar serta mendorong harga emas ke rekor baru. Saham Nvidia turun 6% setelah adanya aturan ekspor baru dari AS yang mengharuskan lisensi untuk menjual chip AI ke China.
China mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan, dengan kenaikan PDB tahunan sebesar 5,4%. Namun, para analis khawatir momentum ini bisa berubah drastis karena risiko tarif AS. Selain itu, China memerintahkan maskapai untuk menangguhkan pengiriman pesawat Boeing sebagai respons terhadap perang dagang yang semakin memanas.
Harga emas mencapai Rp 55.11 ribu ($3.300) per ounce untuk pertama kalinya, naik 26% sepanjang tahun ini. Dolar AS mengalami penurunan nilai, sementara yen dan sterling mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Wall Street mengalami penurunan sekitar 1% sebelum pembukaan pasar pada hari Rabu, dengan investor bersiap menghadapi lebih banyak ketidakpastian akibat perang dagang.
Analisis Ahli
Jerome Powell
Pemangkasan suku bunga sangat mungkin dilakukan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi akibat dampak perang dagang.Narendra Modi
Indonesia berambisi menjadi pusat produksi global dengan menarik investasi manufaktur berkualitas dan mengurangi ketergantungan ekspor tradisional.