Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dampak Perang Dagang AS-China: Emas Melonjak dan Pasar Global Terguncang

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
16 Apr 2025
68 dibaca
1 menit
Dampak Perang Dagang AS-China: Emas Melonjak dan Pasar Global Terguncang

AI summary

Perang dagang antara AS dan Tiongkok semakin intensif, mempengaruhi berbagai sektor industri.
Nvidia menghadapi tantangan besar akibat pembatasan ekspor chip ke Tiongkok, yang dapat berdampak pada pendapatannya.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok menunjukkan ketahanan, tetapi ada kekhawatiran tentang dampak jangka panjang dari tarif AS.
Perang dagang antara AS dan China semakin memanas dan meluas ke berbagai sektor seperti chip, pesawat, dan farmasi. Ketegangan ini mengganggu stabilitas pasar yang rapuh dan mempengaruhi nilai dolar serta mendorong harga emas ke rekor baru. Saham Nvidia turun 6% setelah adanya aturan ekspor baru dari AS yang mengharuskan lisensi untuk menjual chip AI ke China.China mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan, dengan kenaikan PDB tahunan sebesar 5,4%. Namun, para analis khawatir momentum ini bisa berubah drastis karena risiko tarif AS. Selain itu, China memerintahkan maskapai untuk menangguhkan pengiriman pesawat Boeing sebagai respons terhadap perang dagang yang semakin memanas.Harga emas mencapai $3.300 per ounce untuk pertama kalinya, naik 26% sepanjang tahun ini. Dolar AS mengalami penurunan nilai, sementara yen dan sterling mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Wall Street mengalami penurunan sekitar 1% sebelum pembukaan pasar pada hari Rabu, dengan investor bersiap menghadapi lebih banyak ketidakpastian akibat perang dagang.

Experts Analysis

Jerome Powell
Pemangkasan suku bunga sangat mungkin dilakukan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi akibat dampak perang dagang.
Narendra Modi
Indonesia berambisi menjadi pusat produksi global dengan menarik investasi manufaktur berkualitas dan mengurangi ketergantungan ekspor tradisional.
Editorial Note
Perang dagang yang semakin intensiter kali ini bukan hanya soal tarif, tapi telah mengganggu rantai pasok dan inovasi teknologi secara signifikan, memperlihatkan betapa rentannya pasar global terhadap konflik geopolitik. Respon agresif China dan tindakan pemerintah AS yang simultan menciptakan lingkungan pasar yang semakin tidak stabil, memaksa pelaku pasar untuk beradaptasi dengan risiko yang terus meningkat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.