AI summary
Perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Apple berusaha menghindari dampak tarif dengan memindahkan produksi. Hubungan antara perusahaan teknologi dan pemerintahan Trump sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan pengecualian tarif. Diversifikasi produksi ke negara lain seperti Vietnam dan India menjadi strategi penting bagi perusahaan-perusahaan ini. Raksasa teknologi AS seperti Apple dan Nvidia sedang menghadapi tantangan besar dalam menavigasi perang dagang global yang dipicu oleh Presiden Trump. Mereka mengubah rantai pasokan jangka pendek mereka dan mendiversifikasi sumber produk mereka untuk meminimalkan biaya tarif yang dikenakan oleh Trump. Pada saat yang sama, mereka berusaha mendapatkan keuntungan dari pemerintah dengan melakukan pengumuman investasi besar-besaran.Nvidia, misalnya, mulai membuat beberapa chip AI di pabrik TSMC di Arizona dan akan mulai membuat 'superkomputer AI' di Texas. CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan menghadiri makan malam senilai $1 juta per orang di Mar-a-Lago, yang diikuti dengan penundaan rencana pembatasan baru pada ekspor chip Nvidia ke China oleh Gedung Putih. Apple juga berusaha menghindari dampak tarif dengan mengirimkan iPhone ke AS dan mendorong operasi manufaktur non-Cina untuk membuat sebanyak mungkin perangkat.Namun, meskipun ada upaya-upaya ini, Trump memperingatkan bahwa 'tidak ada yang akan lolos begitu saja.' Perusahaan teknologi mulai mendiversifikasi produksi mereka di luar China selama pemerintahan Trump pertama dan memperluas upaya tersebut setelah pandemi. Banyak dari komitmen besar yang dibuat perusahaan untuk manufaktur domestik selama masa jabatan pertama Trump tidak pernah terwujud atau mengalami pengurangan besar-besaran.
Perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple dan Nvidia menunjukkan bahwa strategi bertahan di tengah perang dagang tidak hanya soal pengalihan produksi, tetapi juga seni diplomasi bisnis-politik yang rumit. Namun, komitmen investasi besar seringkali hanya sebagai alat politik atau PR yang mungkin tidak terealisasi sepenuhnya karena ketidakpastian kebijakan di masa depan.