Saronic Percepat Produksi Kapal Tempur Tanpa Awak di Louisiana
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
16 Apr 2025
17 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Saronic berinvestasi dalam pengembangan kapal tak berawak untuk memenuhi kebutuhan militer.
Akuisisi Gulf Craft memberikan Saronic fasilitas yang lebih besar untuk produksi kapal.
Revitalisasi industri pertahanan di AS dianggap penting untuk keamanan nasional dan mengurangi ketergantungan pada pesaing asing.
Saronic, sebuah startup pertahanan, telah membeli pembuat kapal Gulf Craft untuk mengamankan galangan kapal di Franklin, Louisiana. Akuisisi ini memungkinkan Saronic untuk memproduksi kapal perang tanpa awak baru bernama Marauder, yang akan memiliki panjang 150 kaki. Ini adalah langkah besar dari kapal drone terbesar mereka sebelumnya, Corsair, yang hanya sepanjang 24 kaki.
Presiden Trump telah menjanjikan revitalisasi industri dalam negeri dan Angkatan Laut sedang mencari armada hibrida yang menggabungkan manusia dan mesin pintar. CEO Saronic, Dino Mavrookas, menyatakan bahwa mereka berinvestasi dengan modal pribadi untuk membangun kapal ini dengan cepat, tanpa menunggu kontrak pemerintah.
Marauder diharapkan memiliki kapasitas muatan 40 metrik ton dan mampu menempuh jarak hingga 3.804.67 km (500 mil) laut. Saronic juga berencana menghabiskan Rp 4.17 triliun ($250 juta) untuk merombak pabrik Gulf Craft. Langkah ini dianggap penting untuk keamanan nasional dan untuk melawan pesaing asing seperti China.
Analisis Ahli
Dino Mavrookas
Inovasi dalam pembuatan kapal akan membuka peluang baru dalam pertahanan nasional, mempercepat pengembangan teknologi tanpa harus menunggu birokrasi lama.Mike Johnson
Memperkuat basis industri dalam negeri adalah langkah krusial untuk mempertahankan kedaulatan dan menjaga keamanan nasional menghadapi kompetisi global.

