Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perang Tarif Global Bisa Memperlambat Pertumbuhan Data Centre dan Kebutuhan Listrik AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (11mo ago) artificial-intelligence (11mo ago)
10 Apr 2025
72 dibaca
1 menit
Perang Tarif Global Bisa Memperlambat Pertumbuhan Data Centre dan Kebutuhan Listrik AI

Rangkuman 15 Detik

Perang tarif global dapat memperlambat pertumbuhan sektor pusat data dan kecerdasan buatan.
Konsumsi listrik dari pusat data diperkirakan akan meningkat secara signifikan, dengan AS memimpin dalam pengembangan.
Risiko terhadap infrastruktur listrik dapat menghambat proyek pusat data yang sedang dalam pengembangan.
Perang tarif global yang meningkat dapat memberikan tantangan bagi sektor pusat data yang sedang berkembang dan menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat. Laura Cozzi, Direktur Teknologi IEA, menyatakan bahwa skenario 'headwind' mencakup pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan lebih banyak tarif di lebih banyak negara, yang dapat memperlambat pertumbuhan AI. Menurut laporan IEA, Amerika Serikat, China, dan Uni Eropa akan menyumbang 80% dari pertumbuhan permintaan pusat data pada tahun 2030. Konsumsi listrik global dari pusat data diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 945 TWh pada tahun 2030 dalam skenario dasar IEA, tetapi skenario 'headwind' akan melihat konsumsi listrik turun menjadi 670 TWh. Permintaan listrik dari pusat data di Amerika Serikat diperkirakan akan menyumbang hampir setengah dari pertumbuhan permintaan listrik antara sekarang dan 2030. Namun, sekitar 20% dari proyek pusat data yang direncanakan berisiko mengalami penundaan, dan 50% dari pusat data yang sedang dikembangkan berada di kluster besar yang sudah ada, yang dapat menyebabkan kemacetan lokal.

Analisis Ahli

Laura Cozzi
Perang tarif dan hambatan ekonomi memperlambat pertumbuhan penggunaan AI di pusat data, menuntut perhatian khusus pada pasokan listrik dan koordinasi yang lebih baik antar sektor.