AI summary
Pelemahan dolar AS mencerminkan ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan. Tarif yang meningkat antara AS dan China memperburuk sentimen pasar. Harga emas meningkat sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi dan pelemahan dolar. Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat karena ketidakpastian tarif yang mengguncang kepercayaan investor terhadap dolar sebagai tempat aman. China meningkatkan tarif pada impor AS menjadi 125% sebagai balasan atas keputusan Presiden Donald Trump untuk menaikkan bea masuk pada barang-barang China menjadi total 145%. Hal ini menambah penjualan global yang telah menghantam saham dan bahkan obligasi AS yang dulunya dianggap aman.Di Wall Street, indeks S&P 500, Dow, dan Nasdaq semuanya diperdagangkan lebih rendah meskipun mereka diperkirakan akan mengakhiri minggu ini lebih tinggi. Data menunjukkan bahwa sentimen konsumen AS memburuk tajam pada bulan April sementara ekspektasi inflasi 12 bulan melonjak ke level tertinggi sejak 1981 di tengah ketidakpastian perdagangan yang meningkat. Dolar turun 1.11% terhadap franc Swiss dan 0.66% terhadap yen Jepang, sementara euro melonjak 1.12% terhadap dolar AS.Emas melonjak melewati angka $3,200, didukung sebagian oleh pelemahan dolar. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bahwa bank sentral siap untuk menggunakan instrumennya untuk menjaga stabilitas keuangan. Analis dari Brown Brothers Harriman dan Nomura menyatakan bahwa hilangnya kepercayaan dan kredibilitas dalam dolar serta kebijakan AS menjadi faktor utama pelemahan dolar ini.
Kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi AS sedang berada di titik terendah akibat ketidakpastian perdagangan dan kebijakan fiskal yang tidak konsisten. Jika situasi ini berlanjut, bisa jadi investor akan semakin menghindari dolar sebagai aset lindung nilai utama dan beralih ke mata uang lain atau emas.