Bagaimana Kebijakan Tarif Dan Inflasi Membawa Kenaikan Saham AI dan Semikonduktor
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Apr 2025
186 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pengumuman jeda tarif baru memberikan harapan bagi pasar dan mendorong kenaikan saham teknologi.
Laporan inflasi yang lebih baik dari perkiraan menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam ekonomi.
Perusahaan semikonduktor seperti Nvidia dan Broadcom tetap menjadi pemain kunci dalam revolusi AI.
Investor dan konsumen telah menghadapi banyak kekhawatiran dalam beberapa minggu terakhir, termasuk tarif yang berubah-ubah, perang dagang dengan China, dan inflasi yang terus-menerus. Hal ini menyebabkan koreksi pasar yang mengancam menyebar ke pasar bearish. Namun, kabar baik ganda minggu ini memicu reli pasar yang luas, yang membantu mendorong saham kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor lebih tinggi.
Administrasi Trump mengumumkan jeda 90 hari pada penerapan tarif baru untuk memungkinkan negosiasi perdagangan dengan 75 negara. Keputusan ini memberi harapan kepada investor bahwa langkah tersebut mungkin dapat mencegah perang dagang besar-besaran yang dapat memicu resesi. Namun, Trump juga meningkatkan tarif dengan China menjadi 125%, yang menambah ketidakpastian.
Laporan inflasi bulanan menunjukkan bahwa inflasi mendingin bulan lalu, yang merupakan perkembangan yang disambut baik oleh konsumen. Selain itu, administrasi Trump membatalkan rencana larangan ekspor chip Nvidia H20. Semua faktor ini berkontribusi pada kenaikan saham AI dan semikonduktor, dengan Palantir Technologies, Broadcom, Nvidia, dan Arm Holdings mengalami kenaikan signifikan.
Analisis Ahli
Danny Vena
Menganggap Nvidia dan Palantir sebagai pemain utama dalam revolusi AI dengan potensi pertumbuhan besar meskipun valuasi Palantir tinggi.Jensen Huang
Keberhasilannya mengelola negosiasi dengan pemerintah AS menunjukkan pentingnya diplomasi korporasi dalam mempertahankan akses pasar bagi teknologi tinggi.