TLDR
Tarif dapat berdampak negatif pada harga kendaraan dan profitabilitas Ford. Ford memiliki ketergantungan pada rantai pasokan global yang rentan terhadap kebijakan perdagangan. Dividen Ford mungkin terancam jika kondisi pasar memburuk akibat tarif dan penurunan penjualan. Tarif dan ketidakpastian kebijakan perdagangan pemerintahan Trump telah mempengaruhi pasar dan membayangi produsen di berbagai industri, termasuk Ford Motor Company. Ford menghadapi tantangan dari tarif yang dapat meningkatkan harga kendaraan dan mengurangi penjualan internasional. Perusahaan ini merakit sebagian besar kendaraannya di Amerika Serikat tetapi menggunakan rantai pasokan global, sehingga komponen dan suku cadangnya rentan terhadap tarif.Ford telah memperpanjang harga karyawan untuk sebagian besar lini kendaraannya untuk menjaga harga tetap stabil bagi konsumen. Namun, perang dagang yang berkelanjutan dapat menyebabkan kebijakan perdagangan balasan yang merugikan penjualan internasional Ford. Sekitar setengah dari 4,47 juta unit yang dijual Ford pada tahun 2024 adalah untuk pasar non-AS, termasuk China, Kanada, Inggris, dan Jerman.Saham Ford telah turun ke level terendah dalam 52 minggu, dan analis telah menurunkan perkiraan pendapatan untuk 2025 dan 2026. Meskipun dividen Ford saat ini cukup tinggi, ada risiko bahwa perusahaan mungkin harus memotong dividen jika tarif menekan bisnisnya. Dengan rasio harga terhadap pendapatan yang rendah, saham Ford mungkin memiliki potensi terbatas selama perang dagang global berlanjut.