Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Baru Dorong Biaya Bangun Rumah Melonjak, Ini Cara Cerdas Menghadapinya

Finansial
Perencanaan Keuangan
financial-planning (11mo ago) financial-planning (11mo ago)
09 Apr 2025
92 dibaca
1 menit
Tarif Baru Dorong Biaya Bangun Rumah Melonjak, Ini Cara Cerdas Menghadapinya

Rangkuman 15 Detik

Tarif baru dapat menyebabkan kenaikan signifikan dalam biaya perumahan.
Pembeli rumah harus mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan dan insentif dari pengembang.
Kondisi pasar konstruksi dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan tarif dan imigrasi.
Biaya konstruksi mulai melonjak karena antisipasi tarif baru, yang dapat memperburuk biaya pembangunan kondominium dan rumah baru. Tarif pada barang impor seperti kayu lunak dari Kanada dan gipsum dari Meksiko menyebabkan biaya lebih tinggi yang harus ditanggung oleh pembangun atau konsumen. Biaya bahan bangunan telah naik 34% sejak Desember 2020, dan tarif baru dapat meningkatkan harga rumah tipikal sebesar Rp 153.64 juta ($9,200) . Tarif yang diusulkan pada China, Kanada, dan Meksiko diproyeksikan akan menaikkan biaya bahan konstruksi impor lebih dari Rp 50.10 triliun ($3 miliar) . Pembeli kondominium dapat mempertimbangkan beberapa opsi keuangan seperti mengunci suku bunga hipotek, membeli kondominium pra-konstruksi, atau memanfaatkan pinjaman yang didukung pemerintah. Selain itu, pembangun mungkin menawarkan insentif untuk menarik pembeli di pasar yang melambat.

Analisis Ahli

Jon Paul Pérez
Kenaikan harga bahan bangunan yang dipicu tarif membuat kontraktor harus membebankan biaya tambahan kepada konsumen, yang bisa mencapai 20%.
National Association of Home Builders
Tarif baru berpotensi menambah biaya proyek konstruksi sebesar miliaran dolar, sehingga sulit bagi pengembang untuk tetap menjaga harga terjangkau.