Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dampak Tarif Trump: Pasar Saham AS Jatuh dan Investor Resah

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (11mo ago) investment-and-capital-markets (11mo ago)
08 Apr 2025
58 dibaca
1 menit
Dampak Tarif Trump: Pasar Saham AS Jatuh dan Investor Resah

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif Trump berdampak signifikan pada pasar saham dan ekonomi AS.
Investor mulai meragukan dukungan Trump terhadap pasar saham di tengah penurunan yang tajam.
Federal Reserve mungkin tidak segera mengambil tindakan untuk mendukung pasar karena kekhawatiran inflasi.
Investor sedang mencoba memahami seberapa besar toleransi Presiden AS Donald Trump terhadap kerugian pasar saham setelah kebijakan tarif terbarunya memicu penurunan lebih dari 10% di Wall Street. Selama masa jabatan pertamanya, Trump sering mengutip kekuatan pasar saham sebagai bukti keberhasilan kebijakannya. Namun, harapan bahwa 'Trump Put' masih ada mulai memudar karena Trump lebih cenderung bertahan dengan penurunan tajam di pasar saham. Beberapa investor berharap penurunan pasar yang besar akan memaksa Trump untuk mengubah kebijakan tarifnya. Para ahli berpendapat bahwa kebijakan tarif Trump terlalu mendadak dan menyebabkan gangguan besar bagi bisnis AS. Meskipun Trump menyatakan bahwa kebijakannya akan membawa manfaat jangka panjang, banyak yang khawatir bahwa penurunan pasar saham yang berkelanjutan akan merusak ekonomi dan popularitas Trump.

Analisis Ahli

Michael Rosen
Trump sulit mengubah kebijakan tarif karena tarif sudah menjadi bagian integral dari kebijakan dan cara pandangnya terhadap perdagangan.
Bob Elliott
Penurunan saham harus lebih besar dulu, sekitar 20-30%, agar ada kemungkinan pembalikan kebijakan.
Kevin Philip
Trump tidak akan tahan jika penurunan pasar terlalu besar karena akan mengancam popularitas dan agenda pemerintahannya.
Brian Bethune
Tarif yang mendadak menimbulkan beban berat pada bisnis yang sulit untuk diserap, membawa ekonomi ke tekanan serius.
Jerome Powell
Tarif kemungkinan akan meningkatkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, sehingga Federal Reserve tidak akan buru-buru menurunkan suku bunga.