AI summary
Tarif yang diumumkan dapat menyebabkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Waktu adalah aset penting bagi investor untuk bertahan dalam volatilitas pasar. Investasi selama masa penurunan dapat memberikan peluang untuk membeli saham dengan harga lebih rendah. Indeks saham utama mengalami penurunan tajam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana tarif terbarunya, dengan Nasdaq Composite jatuh ke pasar bearish dan S&P 500 mendekati kondisi serupa. Jerome Powell, ketua Federal Reserve, memperingatkan bahwa tarif kemungkinan besar akan menyebabkan kenaikan inflasi sementara dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, yang dapat menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi.Para ahli ekonomi juga memperingatkan kemungkinan resesi, dengan J.P. Morgan memprediksi 60% kemungkinan resesi pada akhir 2025. Namun, penting untuk diingat bahwa pasar saham telah bertahan dari setiap resesi, crash, dan pasar bearish sejauh ini, dan investor yang tetap di pasar telah meraih keuntungan.Melanjutkan investasi selama penurunan pasar dapat menguntungkan karena harga saham yang lebih murah, dan strategi investasi Warren Buffett menekankan membeli saham saat berita buruk. Meskipun masa depan pasar tidak pasti, memiliki strategi investasi yang baik dapat membantu mengatasi ketidakpastian ini.
Pasar saham memang sedang menghadapi tekanan serius akibat kebijakan tarif yang proteksionis, tapi reaksi panik berlebihan hanya akan merugikan investor individu. Kesabaran dan pendekatan investasi jangka panjang terbukti lebih efektif untuk melewati masa ketidakpastian ini dan mendapatkan keuntungan optimal.